Senin, April 05, 2010

Belajar dari Ketidaknyamanan

Baru saja hari itu berakhir. Kemarin, 4 April 2010 selesai sudah rangkaian acara MaC-Maple, lomba Matematika, Fisika, Kimia, dan Logika untuk pelajar SMP dan SMA se-Jawa Timur yang diadakan di Universitas Ma Chung. Sejak Desember 2009, kami para panitia bekerja keras untuk mempersiapkan acara ini.

Terlibat dalam kepanitiaan yang sama setahun lalu membuat saya berani mencalonkan diri sebagai ketua. Meskipun, dari segi kepribadian (personality) dan pengalaman rasanya saya tidak pantas memangku jabatan itu. Saya semakin menyadarinya sekarang bahwa saya bukanlah tipe seorang pemimpin (baca: manajer).

Inkonsistensi, keraguan, ketidaktegasan, emosi yang tidak stabil, pelupa, tidak fokus, malas, dan tidak disiplin adalah kepribadian "bawaan" yang membuat saya tidak cocok menjadi seorang manajer yang bertanggung jawab atas sebuah organisasi.

Dengan kepribadian (baca: kebiasaan) seperti itu, saya juga melakukan kesalahan fatal dengan memangku jabatan ketua UKM Jurnalistik.

Untungnya dalam kepanitiaan MaC-Maple 2010 semua koordinator sie adalah orang2 yang "niat" dan berkompeten. Sehingga, meskipun dengan ketidaktegasan dan kemalasan saya acara ini masih tetap berjalan sebagaimana mestinya, bahkan meraih sukses karena diikuti oleh 452 peserta walaupun diadakan saat Paskah.

Pada awal2 kepanitiaan ini saya malah disuruh mendobel kepanitiaan lain yaitu LKTD 2010. Dalam kepanitiaan LKTD ini saya juga mendapat banyak pelajaran karena kesalahan saya. Untungnya saya tidak sampai mengulanginya di MaC-Maple. Namun tetap saja saya merasa belum berusaha maksimal.

Saya merasa masih sangat harus banyak belajar menjadi pemimpin. Seorang dosen pernah berkata bahwa menjadi pemimpin tidaklah nyaman. Ya, menjadi pemimpin memang tidak nyaman. Berbicara di depan orang banyak memang tidak nyaman. Menegur bawahan yang notabene adalah teman sendiri juga tidak nyaman. Mengambil keputusan yang keliru juga tidak nyaman. Tidak mengambil keputusan juga tidak nyaman. Disepelekan dan dilangkahi juga tidak nyaman. Dicaci maki juga tidak nyaman. Berdebat dengan anggota juga tidak nyaman. Ketika memutuskan menjadi seorang pemimpin, maka kamu harus bersiap menghadapi perasaan2 tidak nyaman selama tanggung jawabmu belum selesai. Meskipun sebenarnya toh kamu tidak melakukan apa-apa.

Ditambah pikiran saya yang selalu negatif dan berprasangka buruk, membuat sering kali emosi menjadi tidak stabil dan membuat saya seperti "orang gila".

Ada hal-hal yang ketika kamu mengerjakannya sendiri hasilnya akan lebih baik. Namun kamu harus membaginya kepada orang lain dan mereka tidak ingin mengerjakannya seperti keinginanmu. Kamu harus belajar berkompromi, mengenal dirimu sendiri dan orang lain.

Saya berkesimpulan, saya tidak akan menjadi pemimpin lagi. Belum saatnya saya menjadi pemimpin. Saya ingin introspeksi diri dulu hingga sedalam-dalamnya. Banyak membaca, menulis, dan mengamati. Menentukan tujuan hidup sendiri. Saya ingin berusaha memimpin diri sendiri dulu sebelum memimpin orang lain.

Saya tidak akan memimpin lagi sebelum benar-benar siap menjadi pemimpin yang sesungguhnya.

Menempuh hidup menjadi seorang penulis, pengamat, dan petualang yang tidak terikat rasanya memang lebih mengasyikkan...

Minggu, Maret 28, 2010

Bangkit Sedikit

Sudah lama sekali sejak terakhir kali saya mengutik-utik blog ini. Ingin menuangkan cerita, meyakinkan diri bahwa saya masih belum lupa cara menulis =D. Juga sedikit refleksi dan evaluasi agar bisa membopong diri sendiri melangkah ke depan.

Selama tahun ajaran ini saya tidak banyak menorehkan prestasi. Hari-hari diisi dengan bekerja dan berorganisasi (kuliah belakangan...hehe). Sekitar Agustus 2009 saya mendapat pekerjaan sebagai guru les Bahasa Inggris di sebuah lembaga pendidikan anak di Kota Malang. Meskipun gaji yang didapat tak seberapa, cukup banyak pengalaman yang diperoleh meski hanya seminggu sekali. Namun demikian, jadwal yang semakin padat membuat saya tampaknya harus melepaskan pekerjaan ini semester depan...ditambah lagi saya sudah mendapat pekerjaan yang lebih menjanjikan =D

Berawal dari tawaran seorang senior, saya mencoba menjadi freelancer editor sebuah studio buku di Jakarta. Tentunya bukan berarti saya harus bolak-balik Malang-Jakarta. Naskah yang sudah saya edit tinggal dikirim via e-mail dan honor tinggal transfer via bank. Inilah pekerjaan yang saya suka. Tidak ribet, fleksibel, dan tak harus ke kantor setiap hari (meski tetap terikat dengan deadline sih...)

Honor yang saya dapatkan dari pekerjaan ini cukup lumayan. Mengedit satu buku diselesaikan dalam 2 hari, honornya 10x lipat dari bayaran mengajar bahasa Inggris selama 2 jam setiap Sabtu. Intinya, untuk mendapat honor setara mengedit selama 2 hari itu, saya harus mengajar selama 10 minggu. Tentunya jauh lebih besar. Namun memang pekerjaan ini lebih individualis dan tidak mengasah talenta berorganisasi dan bersosialisasi seperti yang saya dapatkan di tempat les.

Puas dengan hasil kerja saya, pemilik studio buku itu menawari pekerjaan yang lain. Mengedit, membuat glosarium, hingga menulis buku dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Pekerjaan terbaru adalah menyusun kamus bahasa Mandarin. Untuk ukuran mahasiswa, honor yang ditawarkan lumayan tinggi (mungkin karena mereka pakai standar Jakarta). Namun bila dibandingkan dengan pekerjaan yang dilakukan, honor itu jadi terasa rendah T.T
Kadang2 naskah yang ditawarkan tidak masuk akal dengan deadline yang sangat mepet. Misalnya mengerjakan buku bahasa Inggris 70 halaman dalam waktu 3 hari. Di awal2 saya bekerja sangat cepat (maklum masih "on fire", hehe) hingga mampu menepati "deadline gila" itu. Tapi lama2, ditambah dengan padatnya kuliah dan organisasi, pekerjaan saya mulai molor hingga sempat ditegur. Apalagi saat itu saya sedang mengalami masalah pribadi yang cukup menguras hati. Namun untungnya perlahan saya bangkit, dan masih diberi kepercayaan untuk menyelesaikan pesanan buku lagi.

Sering menulis buku pesanan, saya jadi sedikit mengerti seluk beluk dunia penerbitan. Tiba2 saya teringat akan cita2 lama saya menjadi novelis. Selama ini saya menulis buku seperti robot, hanya pakai otak saja dan sekadar menyusun bahan2 yang ada. Saya ingin menulis buku yang benar2 hasil pemikiran sendiri. Mumpung sudah ada koneksi =D

Ada banyak proyek2 fiksi yang terserak sejak SD sampai SMA. Cerita2 yang tidak terselesaikan, kumpulan cerpen yang tak pernah tamat, novel yang hanya prolognya saja. Mungkin sudah waktunya saya kembali menjadi apa yang seharusnya saya diciptakan untuk hidup.

I am born to be a writer.

Saya berniat untuk menyelesaikan semua tanggungan organisasi saya semester ini. UKM, kepanitiaan, dan les2an. Mulai semester depan saya tidak akan mengikuti organisasi apapun. Saya akan menulis dan berpetualang...dan kembali menjadi diri sendiri.

Sabtu, Januari 23, 2010

Mengenangmu

Denganmu aku belajar menghargai
Denganmu aku belajar berbagi
Denganmu aku belajar menanti

Denganmu aku belajar mengontrol keegoisanku
Denganmu aku belajar memperlambat langkahku
Denganmu aku belajar memperhatikan sekitarku

Sejak pertama melihatmu, aku tahu kau akan menjadi orang yang spesial bagiku
Dan kau memang spesial
Sampai kini, dan sampai kapanpun
Kenangan bersamamu akan selalu tersimpan di sudut hatiku

Dengarlah, aku tidak pernah menyesal mengenalmu
Aku bangga pernah menjadi perempuan pertama yang mampu menaklukkan hatimu
Aku bangga pernah ada di sampingmu saat kau membutuhkan dorongan
Aku bangga pernah berbagi segalanya denganmu

Kau yang pertama, meski tak mungkin jadi yang terakhir
Sejak pertama melangkahkan kaki, jalan yang akan kita tempuh memang terjal dan berliku
Dan semakin lama mengenalmu, aku tahu aku akan semakin mencintaimu
Namun semakin lama mengenalmu, aku tahu kita tidak akan mungkin bersatu

Aku tak akan sanggup melepaskanmu setahun, dua tahun, atau sepuluh tahun lagi
Maka demi kebaikan kita berdua, sekaranglah saat yang tepat untuk melepaskanmu

Meskipun sangat sakit, inilah jalan yang terbaik
Karena obat memang seringkali terasa pahit

Aku tidak kalah oleh perbedaan, tetapi mengalah demi perbedaan

Senin, Januari 18, 2010

Muslim Tionghoa di Indonesia

Ternyata ada sejarahnya mengapa orang Tionghoa di Indonesia banyak yang memeluk agama Kristen/Katolik. Pada mulanya agama orang Tionghoa yang migrasi ke Indonesia adalah Tao/Konghucu/Budha. Nah, di Indonesia, penjajah Belanda membagi penduduk saat itu dalam 3 kelas; yaitu orang Eropa sebagai kelas tertinggi, orang Tionghoa/Timur Jauh sebagai kelas kedua, dan orang pribumi sebagai kelas terendah. Seseorang yang mengikuti ritual/budaya suatu kelas atau golongan, dianggap masuk golongan tersebut. Pada masa itu orang pribumi mayoritas adalah muslim, sedangkan orang Eropa agamanya Kristen/Katolik. Kaum Tionghoa yang hijrah memeluk agama Kristen/Katolik dianggap "naik kelas", sedangkan yang menjadi muallaf dianggap "turun kelas", begitulah kisahnya.

*Akhirnya terjadilah kesenjangan antara orang pribumi dan Tionghoa...semua ini gara2 penjajah Belanda!!!* (pendapat saya pribadi)

Sumber: muslimtionghoa.com

Pencerahan

Manusia memang tidak bisa hidup tanpa Tuhan. Ketika sudah lama kamu tidak berinteraksi denganNya, jiwamu pastilah akan merasakan kehampaan dan keraguan. Dan ketika kamu sudah bertemu kembali denganNya, barulah kamu mendapatkan ketenangan dan keteguhan.

Ya Allah bimbinglah aku agar tetap di jalanMu. Bantulah aku mengenyahkan hal-hal yang membuatku ragu padaMu.

SHOLAT ITU HUBUNGAN HAMBA DENGAN KHALIQNYA

Pentingnya sholat
Bagi setiap umat Islam, amalan yang akan ditanya dan diperiksa selepas dia mati adalah ibadah sholatnya sebelum amalan lain ditanya. Ramai di kalangan orang Islam yang sudah meninggalkan ibadah sholat. Meskipun yang tetap mengerjakan ibadah asas ini pun hanya mampu menjaga syarat, rukun, sah dan batalnya saja. Ruh ibadah yang agung itu, tidak mampu difahami oleh kebanyakan orang karena ianya jarang diajarkan baik di sekolah, maupun disurau ataupun dimesjid. Maka jadilah sholat sebagai satu amalan kebiasaan yang diwarisi oleh turun temurun.

Yang akan ditanyakan oleh Allah berkaitan sholat itu selain syarat, rukun, sah dan batalnya adalah juga soal khusyuk dan penghayatannya. Apakah didirikan secara berjemaah sebagaimana dituntut, adakah didirikan tepat di atas waktunya dan adakah sholat itu terhubung dengan hidup kita keseharian. Jika persoalan sholat ini tidak selesai maka amalan lain tidak ada nilainya disisi Tuhan. Meskipun orang kaya yang pemurah, orang pandai yang tawaduk dan tidak berbangga, orang miskin yang sabar, pemimpin yang adil dengan rakyat dsb maka semua itu tidak ada nilai di sisi Allah bila sholat diabaikan, tak sempurna apalagi ditinggalkan. Maka sempurnakan sholat segala aspeknya baik lahir dan batin.

Ini menunjukkan bahwa sholat itu sangat penting dan paling utama diambil berat oleh setiap orang. Sholat menghubungkan manusia dengan Allah, Penciptanya. Buah dari sholat yang dihayati, akan memberi manfaat yang besar kepada hubungan sesama manusia pula. Karena kebaikan seseorang hamba itu bermula daripada membaikkan sholat. Dari sholat-lah titik tolak segala-galanya. Apabila sholat itu sempurna lahir batinnya maka Allah berjanji akan bersihkan jiwanya, beri hidayah hingga kelihatan dalam peribadinya sifat mahmudah (seperti pemaaf, kasih sayang, sabar dll), syariat sangat dijaga.

Jika sholat sudah diabaikan atau tak ada penghayatan maka seluruh pintu kebaikan tertutup. Bila ada juga orang buat kebaikan tanpa sholat. Ini adalah kebaikan bukan bertunjangkan iman. Boleh jadi kebaikan itu secara kebetulan atau ikut-ikutan. Harap diambil perhatian tentang sholat.

Sholat adalah anugerah Tuhan yang amat berharga kepada hamba-hambaNya. Allah memberi sesuatu yang paling agung yang sangat menguntungkan manusia. Orang yang mendapatkan sholat adalah sesuatu yang berharga di dunia dan akhirat.

Perasaan yang Patut Timbul Ketika Sholat

Perasaan yang mesti ada ketika sholat seperti takut, rasa bimbang, rasa malu, rasa gemetar, rasa hina diri, rasa lemah, meminta, mengharap, mensucikan Allah, membesarkanNya, merindui, bermanjaan, rasa dilihat, rasa didengar, rasa dikuasai, rasa kekuasaanNya, rasa ketuhanan memenuhi lubuk hati kita.

Dengan cara itu akan suburlah jiwa tauhid kita. Sekaligus dapat menghidupkan jiwa kehambaan di dalam jiwa kita dan dengan itu ruang – ruang yang melalaikan tertutup habis. Maka dengan demikian sholat itu semakin lama makin memberi kesan kepada ikiran, jiwa dan sikap perilaku kita.

Uraian maksud dari setiap bacaan dan gerakan sholat secara singkat :

AZAN
Bermula dengan azan, Allah memanggil dengan satu gaya tarikan yang sungguh membujuk dan intelektual. Kita menjawab dengan pangggilan iqamat. Satu ungkapan yang merespon panggilan serta penuh rasa kehambaan. Maka berdirilah tegaklah manusia bersaf-saf untuk menghadap dan menyembah Tuhannya.


AL FATEHAH
Merupakan ibu Al-Quran ( surah Al-Fatehah). Suatu pujaan dan pujian yang sungguh hebat kepada Allah. Tiada skrip sehebat itu dapat dibuat oleh manusia melainkan dikala menghadap Allah yang agung itu. Ungkapan itu pun bukan kita yang mampu merekaciptakan melainkan Allah-lah yang mengajarkan. Kita hanya membaca saja. Melalui surah ini, Tuhan ajarkan kita untuk meminta jalan selamat. Yakni jalan para rasul dan nabi-nabi.

RUKUK
Untuk tunduk mensucikan Allah agar jangan ada dalam fikiran kita sesuatu yang lebih agung dari Zat Allah.

I’TIDAL
I’ TIDAL juga simbolik, untuk mengingatkan bahwa Allah mendengar segala puja-puji yang dibuat kepadaNya

SUJUD
Sujud lebih-lebih lagi simbolik. Sujud dilakukan untuk seseorang menyembahkan sepenuh pengakuan bahwa dalam hidupnya tidak akan sama sekali menduakan Allah karena hanya Allah yang Maha Tinggi dan Maha Suci dari adanya ketinggian-ketinggian lain.Lalu pada Allah kita menyerahkan diri..

DUDUK ANTARA DUA SUJUD
Mengadulah kita akan segala keperluan untuk Allah kabulkan. Artinya program sholat memberitahu kita bahwa hanya Allah saja yang layak disembah dan hanya Dia yang layak untuk kita minta tolong. Sholat membersihkan kita dari penyakit lemah jiwa, dari mengabdikan diri dan mengadukan nasib kepada selain Allah, di mana apa saja selain Allah itu sama-sama lemah, sama-sama benda ciptaan.
Sedangkan Allah itu kuasa mutlak tanpa kurang apa dan tiada cacat cela. Beruntunglah orang yang mendapatkan Allah sebagai tempat bergantung dan meminta tolong. Sholat benar-benar melatih manusia untuk dapatkan rasa –rasa tersebut sekaligus membebaskan jiwa manusia dari merasa lemah dan takut.

TAHIYAT
Adalah program penutup. Allah membuat kesimpulan denganNya. Bahwa hubungan dua arah sangat penting. Bukan Allah saja yang sibuk menguruskan segala keperluan manusia, tapi manusia juga harus sibuk dengan Allah.
Yakin dengan suatu sumpah bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Nabi Muhammad pesuruh Allah. Selain itu Allah hubungkan juga kita dengan keluarga Nabi Muhammad dan keluarganya serta nabi Ibrahim dan keluarganya untuk silaturahim dan keberkatan. Bahkan akhir sekali sholat menghubungkan kita dengan segala sesuatu yang berada di belahan kanan dunia & belahan kiri dunia untuk dijanjikan kesejahteraan bagi mereka. Cukup hebat dan agung program ini kalau kita fahami dan hayati.

Orang yang paling berjaya dalam sholat adalah Rasulullah. Bagi Rasulullah SAW, sholat adalah satu hiburan dan kebahagian hidupnya. Oleh karena itu SAW dapat melakukan sholat dengan penuh kelezatan maka segala cobaan hidup yang dialaminya dapat dihadapi dengan tenang, dengan jiwa yang terbuka dan lapang. Padahal kita sangat merasa sedih dan pilu bila mendengar ujian-ujian yang dialami Rasulullah SAW. Namun ujian lahiriah bagi baginda tidak mampu menembus dan mengoyak jiwa Rasulullah yang sudah tenang itu.

”Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyu dalam sholatnya, dan orang-orang yang memelihara sholatnya, mereka itulah yang akan mewarisi syurga Firdaus, mereka kekal didalamnya”
(QS: Al Mukminun:1,2,9,10,11)

Begitulah sholat sesungguhnya adalah seagung-agung perbuatan oleh seorang manusia. Di mana sholat sebenarnya mampu menghubungkan diri manusia dengan Allah. Kalau benar-benarlah sholat terhubung seorang hamba dengan Tuhannya, hamba itu akan menjadi peribadi agung yakni dia akan menjadi peribadi yang bertaqwa. Hingga melahirkan individu-individu yang bertaqwa dan gabungan dari individu-individu tersebut menjadikan bangsa yang bertaqwa.

Sumber: Abuya At Tamimi

Dikutip dari:http://www.muslimtionghoa.com/index.php?action=generic_content.main&id_gc=60


KEAGUNGAN SHOLAT

Di dalam Islam sholat adalah amalan yang paling besar dan agung selepas iman. Tiada amalan yang lebih besar dan agung selepas iman yang dapat menandingi sholat. Karena itulah di dalam Islam, sholat adalah menjadi tiang agama Islam. Tapaknya atau pondasinya adalah iman.

Maksudnya : ”Pangkal segala hal ialah Islam. Sedangkan tiangnya adalah sholat dan puncaknya adalah berjuang di jalan Allah” (Riwayat Tarmizi)

Bagi Rasul saw dan para sahabat, mereka telah dianugerahkan rasa indah, agung dan lezatnya sholat. Bagi kita yang belum merasakannya, dapat mengusahakannya dengan melihat kebesaran sholat dengan teropong ilmu atau secara ilmiah.

Kebesaran dan keagungan sholat itu dapat dilihat dan dirasakan melalui ilmu pengetahuan berdasarkan 24 aspek seperti di bawah ini:

A. Keagungan berkait dengan pernyataan Allah dan Rasul serta amaran Allah
1)
Ia merupakan ibu segala ibadah di dalam Islam. Rasul SAW bersabda:
”Amalan yang pertama dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat ialah sholat. Jika sholatnya baik, maka baiklah seluruh amalnya, sebaliknya jika sholatnya jelek, maka jeleklah seluruh amalnya” (HR Tabrani)

2) Ia merupakan tiang seri agama Islam
” Shalat itu merupakan tiang agama maka barang siiapa mendirikan sholat berarti mendirikan agama dan barang siapa meninggalkan sholat berarti dia sudah meruntuhkan agama”

3) Siapa yang meninggalkan sholat menjadi kafir berdasarkan hadist
”
Batas seseorang dengan kekafiran ialah meninggalkan sholat.”
(HR Ahmad, Muslim, Abu Daud, Tirmizi & Ibnu Majah)

B. Keagungan berdasarkan cara pemberian kepada Rasul saw
1) Ia diperintahkan oleh Allah dengan cara Allah memanggil Rasulullah menghadapNya waktu Isra dan Mi’ raj tidak seperti amalan lain yang diwahyukan oleh Allah kepada Rasulullah melalui malaikat Jibril as.

C. Keagungan berkait dengan cara pelaksanaan sholat

1) Ia merupakan ibadah yang terkait dengan disiplin yang tertentu.

2) Mengerjakannya diisyaratkan suci lahir dan batin dari hadast besar dan hadast kecil, najis ain dan najis hukmi.

3) Mesti menghadap kiblat, artinya sholat merupakan lambang perpaduan umat Islam.

4) Pelaksanaannya terikat dengan waktu

”Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya ke atas orang –orang yang beriman” (QS:An Nisaa: 103)

5) Dalam sholat seluruh anggota terlibat, perbuatan (fizikal), perkataan/bacaan(lisan) dan hati/roh dan aqal untuk memahami sholat.

6) Ia merupakan peribadahan semua anggota lahir dan batin terlibat. Ada yang bersifat fisik dan ada yang bersifat maknawi dan rohani.

7) Pada sholat ada latihan jasmani dan ada latihan mental dan ada latihan rohani.

8) Diutamakan berjemaah dalam melaksanakannya
Rasulullah SAW bersabda:

”Sholat berjamaah itu lebih utama daripada sholat sendirian, dengan dua puluh tujuh derajat.”

9) Berbagai amalan malaikat ada di dalam sholat karena malaikat itu ibadahnya hanya satu perkara saja. Seperti ada malaikat yang hanya bertasbih saja sejak diperintahkan hinggalan hari kiamat, ada malaikat yang bertakbir saja, ada yang bertahmid saja, ada yang ruku’ saja, yang berdiri saja, ada yang sujud saja, begitulah seterusnya.

10) Berbagai bentuk zikir ada di dalam sholat, ada berdiri, ada ruku’, ada sujud, ada duduk antara dua sujud, ada tasbih, ada tahmid, ada takbir,a da munajat,a da berbagai bentuk doa, ada zikit, ada shalawat, ada zikir fizikal, ada aqal, ada rohani, ada material, ada maknawi.


11) Ia merupakan peribadahan atau penyembahan yang paling lengkap karena segala bentuk dan zikir para malaikat wujud dalam sholat.

12) Ia merupakan zikir yang paling besar karena seluruh bentuk zikir ada di dalam sholat.
Sedangkan kedudukan zikir dalam Islam adalah amat penting, ia bisa menjadikan hati seseorang itu mendapat ketenangan seperti mana Allah SWT berfirman yang artinya:
”Ketahuilah olehmu bahwasanya dengan mengingati Allah itu akan memberi ketenangan kepada hati” (QS:Ar-Raad:28)

”Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah Sholat untuk mengingat aku.”
(QS: Thaha:14)

13) Di dalam sholat seluruh bentuk do’a ada. Artinya berbagai permintaan ada di dalam sholat.
Ada do’a minta petunjuk dan taufik, do’a minta ampun, do’a minta ditinggikan derajat dan lain-lain. Oleh karena itu ketika berdo’a dalam sholat, waktu itu cukup nyata permohonan kita seperti kita ingin mempunyai sifat taqwa. Maka kita akan dapat kekuatan di dalam hidup kita karena do’a ini, karena Rasulullah SAW pernah bersabda:
”Doa adalah sejata orang mukmin”

”Doa antara adzan dan iqomat adalah doa yang tidak tertolak”

14) Berbagai amalan para rasul wujud di dalam sholat.


D. Keagungan tersirat

1. Amalan sholat itu adalah intipati dan intisari ajaran Islam. Di dalamnya ada aqidah, ada ibadah, ada thaharah, ada masyarakat, ada perpaduan, ada disiplin, ada pemimpin, ada yang dipimpin (politik), ada pendidikan, ada syari’at, ada tasawuf, ada akhlak, ada kebudayaan, ada ekonomi, ada psikologi artinya sholat menggambarkan keseluruhan ajaran Islam secara ijmali.

2. Sholat merupakan Mi’raj orang mukmin.
Sabda Rasul SAW:
”Sholat adalah mi’rajnya seorang mukmin” (Al Hadis)

3. Sholat merupakan adanya simbol merendahkan diri, ketaatan dan kepatuhan dan simbol berdirinya manusia di padang Mahsyar seolah-olah berhadapan dengan Allah, menunggu perintahNya.

4. Sholat merupakan pembaharuan ikrar manusia kepada Allah, sehari semalam kita perbaharui sebanyak lima kali.
Yaitu janji manusia pada Allah yang dilakukan pada dua tahap yaitu sewaktu di alam Ruh dan janji sewaktu di dunia/dalam sholat

Pada peringkat pertama janji telah kita lakukan dari sejak alam ruh dulu yang telah kita lupakan, diwaktu Allah SWT telah menawarkan suatu jabatan penting kepada makhlukNya yakni untuk mengatur atau menjadi wakil-Nya, menyusun dan mengatur makhluk yang telah diciptakan di alam dunia ini berdasarkan kepada aturan-aturan dan perundang-undangan yang telah direkamkan dalam Al-Ouran dan Sunnah Rasul. Jabatan ini dikenal sebagai jabatan khalifah atau wakil Allah di muka bumi. Jabatan ini ditawarkan oleh Allah kepada makhluk-makhluk yang sesuai menurut kehendak Allah.

Pada mulanya jabatan ini ditawarkan kepada makhluknya yang bernama langit dan bumi, tetapi langit dan bumi yang begitu gagah dan besar tidak sanggup memikul beban tugas yang amat besar dan mulia ini. Ini tidak berarti bumi dan langit tidak berkeinginan, tetapi mereka benar-benar merasa takut, takut kalau-kalau mendurhakai Allah SWT, bila keduanya tidak dapat melaksanakan tugas suci yang diamanahkan oleh Allah SWT ini. Oleh karena itu langit dan bumi mengaku kalah, namun begitu Allah yang Maha Penyayang tidak murka kepada mereka sebab tugas itu merupakan satu penawaran saja dan bukan paksaan. Begitu juga ketika tugas ini ditawarkan kepada bumi dan gunung mereka juga mengaku kalah, akhirnya Allah SWT menawarkannya kepada manusia yang kerdil lagi lemah. Dan manusia yang kerdil lagi lemah ini telah memberi kesanggupan untuk menerima tugas besar dan mulia ini, yang berarti manusia telah bersedia untuk menderma dan sanggup melaksanakan peraturan-peraturan dan tata hidup yang telah diatur oleh Allah melalui Al-Quran dan Sunnah. Kesungguhan manusia untuk memikul tugas dan tanggung jawab ini bukan semata-mata karena tinggi atau beratnya tuga tersebut tetapi karena tertarik janji Allah maka mereka akan diberi kebenaran atau tauliah untuk menggunakan, mengatur dan mengawal bumi dan lautan dan segala khazanah yang terkandung di dalamnya,

Atas kesediaan atau janji setia inilah Allah Yang Maha Penyayang dan Maha Pemurah telah melahirkan kita ke dunia ini melalui rahim ibu kita. Malang sekali insan telah berjanji banyak yang tidak dapat mempertahankan janjinya. Hal ini jelas dalam firman Allah SWT:
”Sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur”

Dengan lain kata perkataan insan-insan yang sudah melahirkan ketaatan dan janjinya di alam roh sangat sedikit sekali. Oleh karena itulah sholat mengandung hikmah yang sangat besar yang merupakan pembaharuan kembali sumpah setia yang telah kita ikrarkan di alam roh.

Kalau kita teliti satu saja dari ayat-ayat yang termaktub salam sholat sudah mencukupi bagi kita menentukan apakah yang kita ulang-ulang dalam sholat. Ayat ini terkandung dalam doa iftitah yang artinya:

” Sesungguhanya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku semuanya untuk Allah seru sekalian alam.”

5. Sholat merupakan pembaharuan syahadat dan iman kepada Allah

Dalam sholat juga terkandung rukun iman yang enam,

o Rukun iman yang pertama menuntut kita supaya beriman kepada Allah, diawal pembukaan sholat kita sudah meletakkan kepercayaan kita kepada keagungan dan kebesaran Allah SWT. Takbiratul ikhram merupakan rukun awal di dalam sholat, perbuatan melafazkan Allahu Akbar adalah merupakan satu pengakuan akan kewujudan Allah serta keagungan dan kebesaran sifat-Nya.

o Rukun iman yang kedua ialah meyakinkan adanya malaikat. Jika kita sudah buka sholat dengan mengaku bahwa Allah adalah tuhan kita, otomatis kita akui semua yang Allah firmankan di antaranya Allah ciptakan para malaikat untuk menjalankan pentadbiran Allah. Di antaranya ada juru catat malaikat Raqib dan Atid. Ini tentulah menginsafkan kita bahwa kita senantiasa diawasi oleh kaki tangan pengaturan Allah yang tidak pernah mengenal istirahat dan cuti.

o Rukun iman yang seterusnya adalah percaya kepada rasul-rasul dan berhubung dengan hal ini secara terang menyatakan dalam sholat mengaku kerasulan Rasulullah SAW yang sekaligus kita meyakini semua yang disabdakannya, yang antara lain baginda pernah bersabda:

”Selain daripadaku terdapat banyak lagi rasul yang diturunkan oleh Allah SWT”

o Rukun iman yang keempat adalah percaya kepada kitab Allah. Dalam sholat Allah mewajibkan untuk membaca surat Al-Fatihah yang dikenal dengan nama ”Ummul Kitab” yang isinya supaya umat muslimin percaya akan hari kiamat dan kedahsyatannya.

o Kepercayaan terhadap untung baik dan buruk itu datang dari Allah SWT merupakan rukun iman yang terakhir. Ringkasnya kita yakin dan percaya bahwa yang menghitam putihkan nasib kita ialah Allah bukan syaitan, jin, tunggul, gunung atau kubur, sebab itu Allah mengajar manusia baik di waktu luar ataupun waktu dalam sholat yang artinya:

”Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan”


6. Sholat merupakan pembersihan jiwa dan dosa
”Sholat lima waktu, jum’at ke jum’at, Ramadhan ke Ramadhan, menutupi dosa-dosa yang dilakukan di antara ( waktu-waktu tersebut) asal di jauhi dosa-dosa besar.” (HR Muslim)

”Maukah kamu aku tunjukkan sesuatu yang dengannya Allah menghapus dosa-dosa dan meninggikan derajat” menyempurnakan wudhu pada bagian yang kurang disukai, banyak melangkah ke mesjid dan menunggu waktu sholat fardhu. Itulah cara menguasai diri yang baik.” (HR Muslim)

Itulah diantara perkara yang dengannya kita dapat melihat betapa agungnya sholat. Itu baru dilihat dari sudut ilmu pengetahuan atau baru dilihat secara ilmiah saja. Bagi orang-orang yang telah dirizkikan sholat yang khusyu maka masih banyak lagilah yang ia dapat sebutkan tentang hal berkait dengan keagungan sholat. Namun sekedar yang sudah disebut di atas pun sepatutnya sebagai hamba Allah kita akan merasakan betapa Allah Maha baik, yang telah menghadiahkan kepada hambaNya satu ibadah yang begitu agung dan tentunya kita akan sangat berterimakasih dengan pemberian tersebut dimana kesyukuran itu kita wujudkan dalam bentuk kesungguhan kita dalam mendirikan sholat dan tuntutan-tuntutannya.

Sumber : Abuya At - Tamimi
Dikutip dari: http://www.muslimtionghoa.com/index.php?action=generic_content.main&id_gc=61