Rabu, April 04, 2012

Perenungan

Hari ini aku sudah mengecewakan kedua orangtuaku. Aku sadar, dari dulu aku terbiasa meremehkan perkataan mereka. Dari dulu aku terbiasa tidak menghiraukan mereka. Akibatnya, aku menjadi kurang peka. Aku nggak peka sama perasaan mereka. Aku nggak peka bahwa aku udah melakukan sesuatu yang sangat mengecewakan mereka.

Aku merasa kekecewaan mereka sudah bertumpuk-tumpuk, sudah dipendam dari lama sekali, dan hari ini mungkin adalah puncaknya. Bisa ada yang lebih besar lagi kalau aku terus melakukan tingkahku ini. Aku anak yang nggak bertanggung jawab.

Aku mengaku sangat menyayangi bapakku, tapi aku nggak melakukan sesuatu pun untuk menyenangkan beliau. Yang kulakukan malah menyakiti hati beliau. Padahal bapakku lah yang dari dulu selalu ada di sampingku di saat aku membutuhkan. Bapakku yang rela mengorbankan apapun supaya aku bisa sekolah dan belajar dengan tenang, meskipun beliau banting tulang sendirian. Bapakku yang rela menanggung beban yang sangat berat demi keempat anaknya, dan tak sedikitpun beliau berniat mengalihkan beban itu kepada kami, meskipun beliau sudah terlalu tua dan rapuh untuk menanggungnya. Dan aku, aku anak yang nggak tahu diri. Aku tahu bahwa yang kulakukan ini sesuatu yang nggak benar. Aku tahu, tapi aku tetap melakukannya. Dan semakin menyakiti hati bapakku. Beliau yang nggak pernah marah, hari ini membentak keras padaku.

Ibuku, meskipun aku sering kesal padanya dan kadangkala membencinya, tapi aku tahu dia pun sangat menyayangiku. Ibuku yang keras, terlalu gengsi untuk mengakui kelemahannya, hari ini menangis di depanku. Biasanya beliau akan memarahiku dengan kata-kata yang tajam dan membuatku semakin kesal, tapi kali ini dia menasihatiku sambil menangis. Ibuku yang terbiasa menangis tanpa suara, hari ini menangis dengan suara terisak-isak di kamarnya lama sekali. Pagi ini, saat waktu tahajjud, ibuku mengirimiku SMS yang membuatku sedih. Aku merasa berdosa telah menyakiti hati kedua orangtuaku.

Semuanya karena aku jatuh pada laki-laki itu. Meskipun aku tahu dia laki-laki yang sangat baik dan sabar, tetapi dia mempunyai satu kelemahan vital: kekosongan spiritualitas. Kekosongan ini membuatnya tidak bisa tegas, selalu bimbang dan plin-plan, tidak punya pegangan dan arah yang harus dituju.

Suatu kelemahan yang sudah ksuadari sejak awal, tetapi aku harap perlahan bisa membantunya untuk berubah, tapi aku salah. Dia memang tidak bisa berubah karena tidak memiliki kemauan kuat untuk berubah. Aku menyadari, jauh di dalam, sebenarnya dia adalah seorang yang materialistis, mengukur segala sesuatunya dengan materi. Materialistis di sini bukan berarti “matre” atau “banci duit”, enggak, dia bukan orang yang oportunis atau menghalalkan segala cara demi mendapat uang. Dia orang yang beretika dan sebisa mungkin tidak merugikan orang lain dalam mencari uang. Dia orang yang jujur dalam berbisnis.

Namun dia menempatkan kebebasan finansial sebagai tujuan hidupnya yang paling utama. Well, ini nggak aneh, sebagian besar orang pun memimpikannya. Aku pun demikian. Hanya saja, kadang dia mem-value kebebasan finansial itu jauh di atas segalanya, termasuk Tuhan. Dia mengaku saat ini agnostis. Dia merasa tidak bisa mencari hakikat Tuhan dalam kondisi kekurangan finansial. Dia berpikir, “aku harus mapan dulu sebelum bisa mencari Tuhan dengan tenang”.

Aku bisa maklum karena memang nilai-nilai di keluarganya memposisikan “menjadi kaya itu harus”. Ya, memang harus. Papanya sangat keras dalam mengarahkan anak-anaknya untuk mencari uang demi memenuhi kebutuhan keluarga. Satu hal yang aku juga salut. Meski kadang2 dia jadi stress dan tertekan, tapi itu sebanding dengan hasil yang ia terima.

Tapi kamu tahu, hidup di dunia ini enggak selamanya bergantung kepada materi. Barangkali saat ini dia masih muda, masih begitu bersemangat mengejar kesenangan duniawi. Namun akan ada saatnya di mana dia mencapai puncak, ketika segala kesenangan duniawi telah ia raih, tetapi ia berada dalam kekosongan. Kasus-kasus klasik yang dialami para selebriti dan orang ternama. Orang-orang tenar yang meninggal karena overdosis, orang berprestasi yang terjerat berbagai skandal memalukan, public figure yang tiba-tiba ‘bertobat’ dan menjauh dari sorot kamera, semua itu karena mereka menyadari satu lubang dalam jiwa yang lupa mereka tambal: kekosongan spiritualitas.

Banyak orang yang meremehkannya. Banyak orang yang beranggapan Tuhan dan agama itu nggak penting. Toh mereka yang ‘sok suci’, mengaku beragama paling alim, ujung2nya juga korupsi, berebut kekuasaan, dan aneka jeratan duniawi lainnya. Zaman sekarang, begitu mudah menemukan orang yang agnostis, atheis, humanis; yang penting berbuat baik kepada sesama dan tidak merugikan orang lain, nggak perlu menyembah Tuhan. Pemikiran2 sekuler itu, aku paham, semuanya adalah buah dari kekecewaan mereka terhadap kelakukan insan beragama yang tidak mencermikan nilai2 luhur agamanya.

Aku sangat bersyukur dibesarkan dalam lingkungan yang memuliakan Tuhan dan juga manusia. Aku sadar, semakin awal kita mengenal Tuhan, semakin damai kehidupan kita. Ketika yang kamu kejar adalah hal2 duniawi, kamu akan senang ketika mendapatkannya, tapi juga stress dan linglung ketika kehilangannya. Tapi, ketika hidupmu ini kamu baktikan pada Tuhan, maka apapun yang datang dan pergi dalam hidupmu, akan selalu bisa kamu terima dengan ikhlas. Apapun yang kamu lakukan dalam hidupmu didasari dengan niat ibadah. Kamu akan selalu punya pegangan yang bisa diandalkan, yang tidak akan pernah pergi dari sisimu. Berharaplah dan bergantunglah hanya kepada Tuhan, bukan pada manusia.

Keluargaku, khususnya ayahku, adalah contohnya. Ketika keluarga kami mendapat masalah yang sangat berat, beliau dengan luar biasa mampu bertahan. Orang lain mungkin akan stress, linglung, mencoba bunuh diri dan lari dari masalah. Tapi bapakku tetap tenang, meski dia cuma punya satu senjata, yaitu doa. Meskipun kadang banyak yang meragukannya, tapi dia bersikeras dan terus teguh memegang prinsipnya. Dia betul-betul mempercayai bahwa Tuhan nggak akan meninggalkan hambanya yang saleh dan sabar. Dan bantuan demi bantuan terus mengalir kepada kami, kadang tak terduga datangnya. Hanya orang yang mempunyai spiritualitas yang tinggi, iman dan keyakinan yang teguh, yang mampu bertahan dalam kondisi demikian. Dan aku berharap, orang seperti itulah yang akan menjadi pendamping hidupku kelak…

Aku sadari bahwa aku ini hanyalah seorang perempuan. Aku cuma seruas tulang rusuk. Betapapun orang bilang aku ini pintar, kuat, mandiri, tapi pada saatnya nanti, aku pun ingin mengabdi dan melayani. Aku pun ingin membuatkan kopi bagi laki-laki yang kusayangi dan kuhormati. Aku pun ingin memijat bahunya di kala dia lelah, mencuci dan menyetrika bajunya sebelum dia pergi bekerja. Aku pun ingin dengan tulus hati menuruti semua perintahnya dan menjauhi semua larangannya. Untuk itu, aku pun harus memilih orang yang benar-benar tepat.

Dulu, aku pikir aku bisa mengarahkan pasanganku ke jalan yang benar, tapi ternyata tidak. Fitrah perempuan adalah ingin membalas budi dan menyenangkan pasangannya, meski kadang bertentangan dengan logikanya. Fitrah perempuan adalah merasa tersanjung jika disayangi begitu dalam, dan merasa kasihan kepada laki-laki yang seolah tidak bisa hidup tanpanya. Fitrah itu pun ternyata melekat padaku, sehingga sulit aku melepaskannya, meskipun logika ku berkata ini tidak benar.

Aku cuma tulang rusuk, yang membutuhkan tubuh yang kuat sebagai tempatku bernaung. Ketika aku menempel pada sebuah tubuh yang berjalan ke arah yang salah, maka akupun akan ikut salah. Ketika aku menempel pada tubuh yang berjalan memutar-mutar tanpa arah, akupun akan ikut tersesat. Yang kubutuhkan adalah tubuh yang kuat dan berjalan ke arah yang benar, sehingga aku pun akan terbawa ke sana.

Aku tidak hanya membutuhkan pendamping, tetapi juga pemimpin. Aku butuh orang yang bisa mengarahkan diriku yang bebal, meski mungkin menyakiti hatiku dan berlawanan dengan keinginanku, tapi dia tahu dia melakukannya demi kebaikanku. Aku nggak butuh orang yang menuruti semua keinginanku seperti kacung, tapi enggak bisa membimbingku ke jalan yang benar.

Aku tahu Tuhan mendengar doa-doaku, hanya Dia sedang menunggu waktu yang tepat untuk mengabulkannya.

Kamis, Mei 05, 2011

Obama Puji Tri Mumpuni si 'Penerang Desa'

Oleh: Nurul Qomariyah - detikFinance

Washington - Presiden AS Barack Obama hadir dalam pertemuan para wirausaha dari negara-negara muslim, termasuk 9 wirausahawan dari Indonesia. Obama pun secara langsung menyebut wirausahawan sosial dari Indonesia, Tri Mumpuni yang sukses mengembangkan pembangkit listrik di daerah terpencil.

Acara pertemuan itu bertajuk Presidential Summit on Entrepreneurship itu dihadiri oleh para wirausahawan bisnis dan sosial dari sejumlah negara muslim di dunia.

Ke-9 wirausahawan Indonesia yang ditemui oleh Obama itu adalah Putra Sampoerna, Ananda Siregar, Sandiaga Uno, Shinta Widjaja Kamdani, Benjamin Soemartopo, Sheila Tiwan, Goris Mustaqim, Tri Mumpuni, dan Yuyun Ismawati.

Secara khusus, Presidan Obama menyebut salah satu wirausahawati sosial Indonesia, Tri Mumpuni. Wanita berjilbab ini telah membuat sekitar 60 desa terpencil menjadi terang benderang melalui Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan.

Tri Mumpuni bersama suaminya membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebagai sumber energi listrik bagi wilayah yang belum terjangkau atau sulit dijangkau oleh PLN dengan memanfaatkan potensi energi air di wilayah setempat untuk menggerakkan turbin.

"Kita mendapatkan seorang wirausahawan sosial seperti Tri Mumpuni, yang telah membantu masyarakat desa di Indonesia mendapatkan listrik dan pendapatan dari pembangkit listrik tenaga air," ujar Obama dalam pidatonya yang langsung disambut tepuk tangan hadirin, seperti dikutip dari siaran pers Kedubes AS, Selasa (27/4/2010).

Obama mengucapkan terima kasihnya kepada para perwakilan wirausahawan dari sekitar 60 negara muslim. Obama memuju para wirausahawan itu sebagai orang yang memiliki visi dan merintis industri baru dan wirausaha muda yang mencari sebuah bisnis atau komunitas.

Namun menurut Obama, semua pihak hadir karena kesamaan aspirasi yakni hidup dengan martabat, untuk mendapatkan pendidikan, hidup dalam kehidupan yang sehat.

"Mungkin untuk memulai sebuah bisnis tanpa menyuap kepada siapapun," tegas Obama.

Dalam kesempatan tersebut, Obama juga menyampaikan maksud dari pertemuan para wirausahawan ini di tengah isu masalah keamanan, politik, dan sosial.

"Jawabannya sederhana. Wirausaha --karena Anda mengatakan kepada kami bahwa ini adalah wilayah dimana kita dapat belajar satu sama lain, dimana orang Amerika dapat berbagi pengalaman sebagai masyarakat yang memberi wewenang penemu dan inovator, dimana pria dan wanita dapat kesempatan untuk bermimpi--- mengambil ide bahwa mulai dari sekitar meja dapur atau di garasi dan mengubahnya menjasi sebuah bisnis baru dan bahkan industri baru yang dapat mengubah dunia," urai Obama.

Obama menambahkan, sejarah membuktikan, pasar telah menjadi kekuatan yang paling besar untuk menciptakan kesempatan dan mengangkat orang dari kemiskinan. Sementara untuk wirausahawan sosial, benar-benar tumbuh dari masyarakat bawah, dimulai dengan mimpi dan kesabaran seorang masyarakat untuk melayani masyarakat sekitarnya.

Ia pun menyebut sejumlah wirausahan sosial seperti Jerry Yang sang pendiri Yahoo, Dr. Mohamed Ibrahim yang memiliki gurita bisnis telekomunikasi di Afrika, Chris Hughes yang menciptakan Facebook, termasuk juga Tri Mumpuni dari Indonesia. (qom/dnl)

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



Technopreneur Day 2011

TECHNOLOGY FOR SOCIAL CHANGE

INOVASI TEKNOLOGI UNTUK BISNIS DAN MASYARAKAT



Dapatkan inspirasi serta kiat-kiat menjadi seorang technopreneur yang menghasilkan perubahan sosial yang nyata pada masyarakat.

Tanggal : 21 Mei 2011

Waktu : 9:00 am - 3:00 pm

Tempat : Universitas Ma Chung

Registrasi : Rp 35.000,00

(termasuk sertifikat dan konsumsi)





Pembicara : Tri Mumpuni

Beliau merupakan direktur dari Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) yang telah menerangi lebih dari 60 lokasi desa terpencil di Indonesia dan Filipina melalui teknologi mikrodhiro. Beliau telah mendapatkan berbagai penghargaan baik di level nasional maupun internasional.

Sabtu, Januari 29, 2011

Perjuangan SEO untuk Kompetisi WEB Kompas MuDA & AQUA

Setelah sempat senang luar biasa karena web saya mendadak masuk di halaman ke-3 Google dengan kata kunci "Kompetisi WEB Kompas MuDA & AQUA" eh tiba2 entah kenapa web ini "terdepak" dari posisi 30 besar! Baru tadi sore saya cek udah nggak ada lagi di halaman 3. Padahal pagi2 sebelum berangkat jualan tadi saya sempet ngecek dan masih "aman" di hal 3 meski peringkat agak buncrit.

Sebenernya kalau melorot ke halaman 4 atau 5 sih nggak pa-pa soalnya target saya cuma masuk 50 besar. Di atas itu pun nggak pa-pa pokoknya masih 200 besar yang penting tulisan dan desain bisa dinilai. Soalnya penilaian Kompetisi WEB Kompas MuDA & AQUA ini emang lumayan bikin 'cenat-cenut'. Tulisan dan desain blog baru akan dinilai DENGAN SYARAT web kita masuk dalam 200 BESAR peringkat di Google.co.id dengan kata kunci "Kompetisi WEB Kompas MuDA & AQUA". Jadinya mau gak mau kita harus SEO. kalo nggak masuk 200 besar percuma dong kita nulis dan desain web karena gak bakal dinilai :(

Padahal web saya ini entah kenapa tau2 tadi sore jangankan di 30 besar, di 200 besar pun nggak ada! Sempat ketar-ketir juga sih. Mungkin karena malam Minggu jadi para peserta (yang rata2 anak SMA) bisa getol "nyebar jala" alias nyepam backlink dimana2 :P

Yah emang yang namanya SEO nggak boleh setengah2, harus gencar banget ya. SEO tuh ternyata emang seru! Menantang dan bikin deg-degan *ketauan newbie-nya* hihihi

Yah, semangat terus aja deeeehhhh :D

Teman2 yang lain belum ketinggalan kok untuk ikut Kompetisi WEB Kompas MuDA & AQUA. Ayo ramaikan ajang anak bangsa ini!

Kompetisi Web Kompas Muda & Aqua

Sejak 23 Januari kemarin saya mencoba mengikuti Kompetisi Web Kompas Muda & Aqua yang diadakan oleh Kompas MuDa (elemen halaman Kompas yang ditujukan untuk anak muda, semacam DETEKSI-nya Jawa Pos). Kompetisi Web ini terbilang beda karena nggak hanya menilai tulisan dan desain web, tapi juga PERINGKAT DI GOOGLE. Makanya, mau gak mau peserta harus belajar SEO (Search Engine Optimization) termasuk yang masih newbie seperti saya.

Meskipun udah 2 tahun lebih ngeblog tapi saya nggak pernah nyoba SEO *cupu*. Istilah yang familiar cuma blogwalking, itupun jarang, karena saya tipe blogger yang cuma nulis untuk diri sendiri, sekedar menuangkan perasaan, kurang suka blogwalking (kecuali ke blog temen2 sendiri) dan bersosialisasi di forum dunia maya. Dengan gitu aja ternyata kata mas Richard Lin blog saya udah dapet pagerank 2. Meskipun nggak segitu 'ngeh' sepenting apa sih pagerank 2 itu, tapi dari caranya bicara kayaknya itu sesuatu yang cukup bagus :P

Namun ketika mengikuti Kompetisi Web Kompas Muda & Aqua ini saya jadi belajar lebih jauh tentang SEO. Sebenernya SEO itu nggak sulit cuma butuh "modal nekat" karena nggak butuh skill khusus, yang penting ada kemauan untuk aktif sebar backlink. Pada awal posting artikel web saya sama sekali belum di-indeks Google untuk kata kunci "Kompetisi Web Kompas Muda & Aqua". Kemudian saya diberi beberapa tips oleh Ayub Lin gimana caranya SEO... Lalu mas Richard Lin juga berbaik hati memposting backlink di website-nya yang ber-pagerank 3, dan mbak Mutiara Aisyah juga mencantumkan backlink ke web saya di salah satu berita website Ma Chung.

Saya juga baca2 tips kontestan lain yang udah jagoan SEO untuk posting di Social Bookmark yang buanyak banget alias Dofollow (saya juga gak ngeh sebenernya Dofollow/Nofollow itu apa sih?)

Dan hasilnyaaa ternyata pada tanggal 27 Januari web saya udah terdaftar di peringkat 7 halaman 3! Rasanya seneeeeeeeeeeeeeeeenggggggggggggg buangeeeeeeeeeeeetttttttttt wow! Ternyata SEO itu asyik yaa...seruuu...sehari aja (kemarin) gak optimasi peringkat saya dah turun urutan ke-10 meski masih di halaman 3, jadi blog commenting digencarin lagi deh.

Pengalaman baru lainnya saat blogwalking ke web kontestan lain saya terkesima karena ternyata banyak banget kontestan yang web-nya ada di peringkat teratas google (alias jagoan SEO) ternyata masih SMA! emang sih ini lomba khusus pelajar dan mahasiswa..tapi seneng aja gitu melihat mereka kecil2 udah jagoan SEO (mungkin karena masih muda jadi berapi-api nyebar backlink :P). Waktu sebelumnya ikut kontes web Jagoan Hosting juaranya juga anak SMA yang kreatif banget bikin posting yang unik dengan gambar dan video buatan sendiri :D

Kesimpulannya bahwa ternyata JIWA MUDA ITU SANGAT BERHARGA. Anak muda itu punya dua kekuatan utama: KREATIF dan SEMANGAT! Saya seneng banget ngelihat adik2 SMA yang niat ikutan lomba ini. Semangat mereka ngingetin juga masa2 SMA di mana saya masih sangat idealis dan berapi-api mengejar impian menjadi seorang jurnalis, semangat yang sayangnya semakin pudar seiring bertambahnya usia *berasa emak2*

Jadi evaluasi diri, mumpung masih 20 tahun...belum terlalu tua deh untuk disebut "anak muda" :D

Harus banyak berkarya yang bermanfaat...masa muda itu datengnya cuman SEKALI SEUMUR HIDUP, status PELAJAR/MAHASISWA itu cuma bisa disandang satu kali, status yang memberi kita banyak banget peluang untuk mengejar impian...

Well, pantang mundur semangat nggak boleh kendur! :D

Jangan lupa komen ya di posting ini:
Kompetisi Web Kompas Muda & Aqua

Di artikel2 ini saya juga menyertakan backlink ke website Universitas Ma Chung, itung2 promosi kampus :D

Selasa, Desember 21, 2010

My Brand New Personal Website!



Well, I'll announce this happy-pity news.

I HAVE A NEW WEBSITE!

Yeah, it's a REAL WEBSITE, not just a blog!
I got it as my 20th birthday present! I am veerrryyy happpyyy! ^0^

But that also means pity...because I have to leave this blog. I had been home here for about two years, it's not a short time :(

But I'm sure my new home will be more comfortable for you, so just come and enjoy! ;)

This is my new home:
www.umihabibah.com

Sabtu, Desember 18, 2010

Sulitnya Berubah


Baru satu bulanan ini saya dan keluarga menjalankan sebuah usaha. This is my first time to really handle a business, with investor's capital (which is dari bulik saya sendiri) and a wide-market. Teringat dulu pas SMP dengan modal 30 ribu perak buka perpustakaan kecil-kecilan (yang akhirnya tutup karena kemahalan dan koleksi bukunya sedikit :P) dan waktu SMA bikin majalah komik bersama teman2 (bermodal urunan 50 ribu yang akhirnya mbalik tanpa untung, juga karena salah manajemen).

Berhubung kami sekeluarga nggak ada background pengusaha, menjalankan usaha yang sebenarnya nggak terlalu berisiko ini jadi punya pengalaman baru. Tau nggak, ternyata kalo punya usaha itu:

1) Nggak boleh capek
harus produksi terus, jualan terus, supaya duitnya tetep muter dan nggak boleh males2an. Ini yang menurut saya jadi perubahan drastis di keluarga. Kami yang sejak awal adalah keluarga pegawai (keluarga ustadz kalo dari nasab) yang terbiasa menikmati gaji tetap berubah total menjadi: "kalo ngga jualan ya ngga ada pemasukan". Bapak-ibu saya yang udah separo baya (alias udah cukup tua) harus dipaksa bekerja keras lagi, padahal saya tahu pasti mereka bukan tipe pekerja keras, tapi tipe sosial-pemikir (lebih suka belajar, mendalami ilmu, berorganisasi, dll).

Saya sendiri pun, yang biasanya lebih suka baca koran, males2an, tidur2an sekarang jadi harus ikutan capek produksi, blusukan dari pasar ke pasar, warung ke warung, masih harus disambi kuliah. Tau nggak? Kadang2 rasanya capeeekkk gitu. Kalo kepikiran setiap hari harus 'cari pasar baru', 'cari pasar baru', rasanya kayak ada suatu beban di kepala. Rasanya kok malah jadi nggak semangat...makanya inilah yang bikin aku heran. Mungkin inilah gejala masa adaptasi. Masih ada yang salah dengan mindset saya. Biasanya kalo dikasi target jadi semangat, ini malah jadi beban. I'm not that kind of person. Tapi kenapa jadi seperti ini...apa mungkin karena risikonya lebih besar? Bayangin, ini terkait dengan hidup keluarga kamu, bukan hidupmu saja. "Kalo kamu nggak jualan, keluargamu nggak makan." Padahal kamu terbiasa minta apa2 udah dikasih. Kondisi tubuh dan pikiran belum bisa menyesuaikan. Dari yang awalnya ongkang2 kaki, harus gerak cepat terus. Dari yang awalnya pemalas, harus jadi tekun dan ulet. Ya, mungkin inilah tantangan2 awal jadi pengusaha. Nggak boleh putus asa. Mental harus kuat. Nggak boleh gampang menyerah!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Moga2 tubuhku dan otakku segera bisa beradaptasi, jadi nggak gampang capek dan mengeluh lagi :)


2) Harus dinamis dan inovatif
Produk kami bukannya sebuah produk baru. Di Malang udah ada beberapa merk yang beredar di pasaran. Kalo pas lagi nawarin barang ke sebuah toko dan udah ada merk lain di situ, rasanya sebel juga. Apalagi kemasan produk kami masih ecek2 (meski rasanya dijamin lebih maknyussssss). Harus ada inovasi memang. Tapi apa? Saya berpikir untuk menambah varian rasa, tapi yang belum pernah ada. Selama ini kami produksi cuma rasa bawang (nunggu harga cabe turun baru produksi rasa pedas manis). Tapi 2 varian rasa itu jamak di produk lainnya. Terpikir untuk bikin rasa barbeque dan sejenisnya, tapi masih kuatir juga kira2 enak gag ya? Puuuuuhhhhhh

Terus masalah kemasan. Selama ini produk cuma ditali rafia dan digantung, kepikir untuk bikin kemasan yang lebih bonafide. jadi bisa masuk toko oleh2. tapi kok kayaknya butuh "sealer" yang mahal...label yang lebih oke, plastik yang lebih tebal which means NAMBAH MODAL...di mana modal awal aja belom balik =.=

Tapi emang semua itu butuh dicoba. butuh usaha yang berkelanjutan. which means itu sangat menyangkal kodrat saya sebagai seseorang yang ditakdirkan "MOODY". kalo ngga mood, ya ngga kerja. tapi kalo ngikutin mood terus, ya buyar deh ini usaha. Biasanya kalo ngga modd ya ngga nulis, ngga dapat pemasukan, tapi toh uang itu hanya untuk kebutuhan sekunder saja, jadi tanpa pendapatan ya nggak apa2. tapi kalo yang sekarang ini uang primer. kalo ngikutin mood terus, bisa2 kami sekeluarga ngga makan.


INTINYA; BERUBAH ITU SULIT.
Berubah dari pemalas ke rajin-ulet itu sulit.
Berubah dari males mikir ke kreatif-inovatif itu sulit.
Berubah dari gampang capek ke ngga boleh capek itu sulit.
Berubah dari pekerja ke pengusaha itu sulit.
Berubah dari ngantuk'an ke melek'an ini yang paling sulit (>.<).

Life is changing. Kita hidup seperti sebuah gasing yang terus berputar; kalo kita berhenti, maka jatuhlah kita.

Minta sama Tuhan biar diberi kekuatan untuk terus berlari tanpa berhenti, tanpa putus asa, tanpa merasa lelah...hingga cahaya datang dan kami menikmati hidup yang lebih baik.

Amin allahumman Amin...

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya." (Al-Baqarah 286)

Senin, Desember 13, 2010

Misteri Jodoh



Jodoh itu misteri. Dari sekian banyak tantangan yang Tuhan berikan kepada kita, menurut saya jodoh adalah sesuatu yang paling tidak bisa kita usahakan. Kita bisa saja bekerja sekeras-kerasnya supaya bisa kaya. Kita bisa saja belajar setekun-tekunnya supaya jadi pintar. Kita juga bisa berdandan seheboh-hebohnya supaya bisa jadi cantik. Tapi supaya dapat jodoh yang sesuai??? Kita gak bisa memaksakan kehendak. Sebab jodoh itu menyangkut perasaan paling pribadi dari orang lain, nggak hanya melibatkan diri kita saja.

Jodoh itu takdir. Sebab ia menyangkut kelahiran seorang manusia. Coba, kalau misalnya bapak-ibu kita enggak jodoh, pasti kita nggak akan lahir. Nyatanya kita udah tumbuh segede ini. Jadi pertemuan bapak-ibu kita dulu pastinya sudah direncanakan oleh Tuhan supaya kita bisa lahir ke dunia ini.

Karenanya saya percaya belahan jiwa (soulmate) itu ada. Saya percaya Tuhan menciptakan kita berpasang-pasangan. Ketika meniupkan ruh dalam segumpal darah kita, Dia sudah menetapkan siapa yang akan mendampingi hidup kita hingga akhir perjalanan di dunia. Masalahnya, kita tidak tahu siapa itu, dan kita tidak bisa memilih.

Kalau disuruh memilih, tentunya saya pilih Maher Zain jadi soulmate saya. Selain luar biasa cakep dengan suara yang luar biasa merdu, terkenal, mapan, orangnya juga saleh dan dijamin bisa bikin bahagia dunia-akhirat. Eh, tapi ternyata Tuhan sudah pasangkan dia dengan istrinya sehingga saya nggak kebagian >.<

Intinya, jodoh itu...susah ditebak. Meskipun kita cinta banget sama si A, eh ternyata gagal juga. Meskipun kita awalnya gak suka sama si B, eh ternyata malah jadi. Berapa kalipun kita pacaran, siapapun pacar-pacar kita, siapapun orang-orang yang pernah mengisi hati kita, nggak akan bisa menghalangi tangan Allah mempertemukan kita dengan pasangan sejati kita.

Bisa jadi pasangan kamu saat ini adalah jodoh kamu, tapi bisa juga bukan. Bisa jadi kamu pacaran 10 tahun terus putus, eh yang jadian 3 bulan langsung nikah. Allah Maha Tahu. Allah sudah menyiapkan pasangan terbaik bagi hamba-hambaNya, yang perlu kita lakukan hanya menunggu, dan mempersiapkan diri agar ketika sang jodoh itu datang, kita sudah siap menyambutnya dengan sukacita. Amiiinnn!!!

Senin, Desember 06, 2010

Ciri Entrepreneur

Saatnya mencocokan karakter diri Anda dengan ciri entrepreneur!

Menjadi seorang entrepreneur memang tidak mudah, besarnya resiko usaha menjadi
salah satu penghalang terbesar bagi masyarakat untuk memulai usaha. Bahkan
karena takut menghadapi resiko, banyak masyarakat yang berhenti ditengah jalan
dan yang lebih parah lagi banyak diantara mereka yang mundur sebelum mereka
mencoba. Mereka lebih memilih zona aman tanpa memikirkan besarnya resiko
kerugian. Tak heran jika masyarakat kita lebih berminat menjadi pegawai negeri
sipil atau menjadi karyawan di sebuah perusahaan dibandingkan menjadi seorang
entrepreneur. Hal ini membuktikan bahwa tidak semua orang memiliki jiwa
entrepreneur.
Apakah Anda termasuk orang yang memiliki jiwa entrepreneur? Berikut kami
berikan ciri seorang entrepreneur yang membedakannya dengan orang lain :

1. Memiliki mimpi besar
Seorang entrepreneur selalu memiliki mimpi besar, mereka mulai menjalankan
bisnisnya karena adanya motivasi untuk mencapai mimpi besar mereka. Mimpi yang
mereka miliki, menjadi tujuan dari semua usaha yang dilakukannya. Sehingga dalam
mengambil keputusan, seorang entrepreneur akan menyesuaikannya dengan mimpi yang
dimilikinya. Jadi segala peluang usaha yang dijalankannya akan lebih terarah,
dan berhasil mencapai kesuksesan. Mimpi seorang entrepreneur bukan sekedar
menjadi seorang pegawai, namun ia memiliki cita – cita besar untuk menciptakan
lapangan kerja baru yang dapat memberdayakan masyarakat.

2. Pandai mengatasi ketakutannya
Banyak orang yang masih takut untuk mengambil resiko, namun hal ini tidak
berlaku bagi seorang entrepreneur. Mereka pandai dalam mengelola ketakutannya
dan menumbuhkan keberanian untuk meninggalkan segala kenyamanan yang ada, serta
memilih menghadapi sebuah resiko. Namun keberanian untuk menghadapi resiko tetap
disertai dengan perhitungan yang matang. Sehingga seorang entrepreneur bukan
hanya berani nekat saja, tetapi juga berani bertanggungjawab atas keputusan yang
telah diperhitungkannya.

3. Mempunyai cara pandang yang berbeda
Seorang entrepreneur selalu memandang masalah, kesulitan, keadaan lingkungan
sekitar, perubahan trend dan kejadian yang sedang dihadapinya saat ini, untuk
memunculkan kreativitas guna menciptakan ide – ide bisnis dan konsep bisnis yang
memiliki prospek cukup cerah. Selain itu segala kejadian yang ada di sekitarnya
menjadi ide bagi mereka, yang selanjutnya dijadikan sebagai peluang usaha baru
yang menjadi impiannya.

4. Pemasar sejati atau penjual ulung
Seorang entrepreneur juga memiliki kemampuan dalam menyusun strategi pemasaran
bisnis, sehingga dalam membangun sebuah bisnis pertumbuhannya bisa semakin
cepat. Tanpa adanya skill ini, orang yang memulai usaha akan memperoeh beban
lebih berat dan membutuhkan waktu cukup lama untuk mencapai impiannya.

5. Menyukai tantangan
Banyak orang yang memilih untuk bertahan di zona aman, namun seorang
entrepreneur tidak suka berlama – lama dengan kegiatan yang monoton. Dia lebih
suka menggunakan kreativitasnya untuk menjadikan tantangan yang dihadapinya
menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. Bahkan banyak entrepreneur yang
menganggap tantangan adalah peluang bagi mereka.

6. Mempunyai keyakinan yang kuat
Ciri yang keenam ini yang sering dilupakan oleh orang lain. Entrepreneur
memiliki keyakinan bahwa sebenarnya kegagalan itu tidak ada. Bagi mereka yang
ada hanya rintangan besar, sangat besar dan rintangan kecil. Kegagalan hanya
muncul pada orang yang tidak berusaha mencari jalan keluar dari masalahnya.
Namun dengan menganggap bahwa semuanya hanya rintangan, entrepreneur selalu
optimis bahwa semua rintangan bukan akhir dari segalanya dan pasti ada jalan
keluar untuk menghancurkan rintangan tersebut.

7. Selalu mencari yang terbaik
Selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik guna memberikan hasil yang terbaik
pula bagi para konsumennya. Itu yang selalu ada dalam diri seorang entrepreneur,
mereka cenderung perfectionist. Karena mereka memiliki tujuan untuk mencari cara
yang terbaik agar konsumennya tidak merasa kecewa dengan pelayanan yang telah
diberikannya.

8. Disiplin waktu untuk pemenuhan target
Kedisiplinan menjadi hal penting bagi seorang entrepreneur, bagi mereka waktu
yang terbuang sama halnya melewatkan sebuah peluang besar untuk mendapatkan
keuntungan. Maka benar adanya jika ada pepatah yang mengatakan “ time is money �
karena dengan membuang waktu sama halnya dengan melewatkan begitu saja peluang
untuk mendapatkan penghasilan. Oleh sebab itu seorang entrepreneur selalu
disiplin dalam segala hal, untuk mencapai target yang mereka tentukan.

9. Memiliki kemampuan untuk memimpin
Seorang entrepreneur merupakan pemimpin bagi dirinya sendiri dan pemimpin bagi
para karyawannya. Dengan memiliki jiwa kepemimpinan, Anda dapat memotivasi
diri sendiri dalam hal pengambilan keputusan. Selain itu ketika menjadi seorang
entrepreneur, maka secara tidak langsung Anda juga harus siap menjadi pemimpin
yang baik bagi para karyawan Anda, karena mereka berkaca pada diri Anda. Jadilah
teladan yang baik bagi karyawan Anda, dan dorong mereka agar dapat memberikan
yang terbaik bagi para para konsumen.

10. Pantang menyerah
Yang kesepuluh yaitu pantang menyerah, seorang entrepreneur memiliki visi dan
semangat juang yang besar. Mereka pantang menyerah pada hambatan, tidak pernah
putus ada untuk selalu mencoba memberikan yang terbaik bagi para konsumennya.
Jika menemui jalan buntu, seorang entrepreneur tidak akan diam begitu saja
menerima kegagalan. Mereka akan mencari jalan alternatif, agar bisa meraih
impiannya.

Sekarang saatnya mencocokan karakter diri Anda dengan ciri entrepreneur yang
telah kita bahas.
Apakah diri Anda sudah memiliki jiwa entrepreneur seperti diatas?

Sumber
: http://kursusbikinf lanel.wordpress. com/2010/ 11/13/ciri- seorang-entrepre neur/

Salam sukses Dunia Akhirat.

Founder Komunitas Sentra Perajin Flannel Cikarang Bekasi
DENY ROSADI
Ph. 0856.981.8641

Rabu, Desember 01, 2010

Healing: a simple message that can heal us


This song is pretty touching...!!! It is the newest Ramadhan single of Sami Yusuf. The video shooting location is in Jeddah, Saudi Arabia. You can see the video here! Listen to the music via headset while watching the video, I'm sure you'll about to cry, coz it's deeply touching :'(

Yang lebih mengena, ternyata lagu ini merupakan proyek sosial kerja sama antara Sami Yusuf dan Dr Walid Fitaihi (CEO International Medical Center). Dr Fitaihi yang seorang tenaga medis memiliki visi mulia bahwa penyembuhan (healing) tidak hanya berfokus dari segi fisik saja, melainkan keseluruhan jiwa dan pikiran. Semua orang bisa melakukan penyembuhan; melalui senyum dan kebaikan sederhana. Jika kita menyembuhkan, maka kita akan disembuhkan. A simple message that can heal our life :)



Sami Yusuf - Healing

It’s so hard to explain
What I’m feeling
But I guess it’s ok
Cause I’ll keep believing
There’s something deep inside
Something that’s calling
It’s calling you and I
It’s taking us up high

CHORUS:

Healing, a simple act of kindness brings such meaning
A smile can change a life let’s start believing
And feeling, let’s start healing

VERSE 2:

Heal and you will be healed
Break every border
Give and you will receive
It’s Nature’s order
There is a hidden force
Pulling us closer
It’s pulling you and I
It’s pulling us up high


CHORUS:

Healing, a simple act of kindness brings such meaning
A Smile can change a life let’s start believing
And feeling, let’s start healing

MIDDLE 8:

Hearts in the hand of another heart and in God’s hand are all hearts
An eye takes care of another eye and from God’s eye nothing hides
Seek only to give and you’ll receive
So, heal and you will be healed

OUTRO (x2):

قلب بين يدي قلب و بيد الله كل قلب

عين ترعى عينا، وعين الله ترعى

كلمة طيبة صدقة

تبسمك لأخيك صدقه

كل معروف صدقة

اللهم اشف شفاءً لا يغادر سقماً

*the Arabic part of this song all is taken from Prophet Muhammad words (hadith). Here is the translation*

"Hearts in the hand of another heart and in God’s hand are all hearts
An eye takes care of another eye and from God’s eye nothing hides
A good word is charity (shodaqoh)
Smiling to your brother is charity (shodaqoh)
All the goodness is charity (shodaqoh)
O God, heal a full healing that doesn't leave any sickness"

Senin, November 15, 2010

我的博客


大家好! 我叫米丝雨。 我是玛中大学的学生。 我在玛中大学学习中文。 我的老师是张惠茹。 现在我们学习博客方面的课。 我有一个博客,是 “Habibah Daily Happiness”. 在博客我已经写很多文章。因为我已经四年多了写博客。 这是我第 128 的文章。 如果我很高兴或者很伤心我就写文章在博客。 我真喜欢写博客。

Selasa, November 09, 2010

Ayat-Ayat Sukses (Sebuah Pengalaman Berharga untuk Pengusaha Muslim)

Ditulis oleh:
Fadil Basymeleh
PT Zahir Internasional

Saya gemar fotografi landscape, sangking seringnya memfoto saya diberi rezeki berupa kesempatan untuk berjumpa dengan tornado yang cukup besar dan berhasil memfotonya dengan baik (walaupun takut dan tegang ndak karuan).

Dengan bangga saya pamerkan foto tornado saya tersebut ke teman2, ada beberapa yang dengan spontan menjawab "kau beruntung sekali", dalam hati saya 100% setuju dengan pernyataan tersebut, saya benar-benar beruntung, tapi karena melihat situasi saat itu juga hadir teman2 yang ‘rada pemalas’ maka saya menjawabnya dengan sedikit menyindir, saya jawab "ya saya benar-benar beruntung karena saya rajin kepantai untuk mengambil foto, seandainya saya rajin berpangku tangan dirumah mana mungkin saya bisa beruntung memfoto tornado tsb dengan hasil yang baik"

Maksud pernyataan saya tersebut adalah mungkin saja Anda punya alat fotografi canggih, namun karena jarangnya Anda keluar mengambil foto maka :

- Kesempatan Anda untuk menemukan momen2 istimewa menjadi lebih kecil daripada jika Anda sering keluar mengambil foto.

- Karena jarangnya praktek, maka saat ada kejadian istimewa tsb mungkin Anda begitu tegang sehingga tidak ada satupun foto yang bagus baik dari sisi teknis dan kualitas gambar.

- Karena kurangnya motivasi dan ambisi maka bisa jadi Anda lari saat kejadian tersebut berlangsung, bukannya mengambil kamera, mengatur setting dengan baik dan mengambil foto dengan tenang.

Nah contoh pengalaman diatas sama dengan yang kita alami sebagai pengusaha, penuh dengan faktor usaha, motivasi, pengalaman, ketegangan dan faktor keberuntungan.

Usaha yang Bertemu dengan Peluang

Sekitar 13 tahun yang lalu seorang teman berbagi ilmu dengan saya, bahwa di suatu buku ‘barat’ ditulis bahwa keberuntungan adalah "USAHA yang bertemu dengan PELUANG", artinya timing dan momen-nya pas, ketemu di suatu titik, artinya jika tidak usaha maka pasti peluang tsb tidak akan ditemukan, tapi jika memang nasib tidak bagus maka sehebat apapun usahanya maka peluang tersebut tidak akan ketemu.

Nah dari perjalanan hidup kita sebagai pengusaha muslim dapat kita simpulkan bahwa berhasil tidaknya dan seberapa cepat kita bisa ketemu dengan peluang (setelah kita berusaha dengan sungguh-sungguh) adalah murni peran Yang Maha Kuasa Allah Ta’ala, yaitu apakah kita dimudahkan untuk bertemu dengan peluang tersebut atau tidak. Sehingga akhirnya dapat dinyatakan kita beruntung.

Meskipun harus diakui bahwa usaha (ikhtiar) kita pun tidak luput dari kekuasaan Allah Ta’ala, karena kalau kita diciptakan sebagai manusia idiot tentu saya tidak dapat menulis artikel ini dan Anda tentu tidak akan membacanya, atau jari2 saya dibuat kaku dan mata Anda dibuat rabun….

Orang Bodoh dan Orang Pintar

Lagi-lagi seorang teman menasehati saya dan beruntung saya punya teman yang senang memberi nasehat, bahwa dia pernah mendengar dari seorang pengusaha disuatu seminar bahwa "Orang bodoh dikalahkan oleh orang pintar, orang pintar dikalahkan oleh orang curang, orang curang dikalahkan oleh …." setelah kutunggu-tunggu ternyata jawabannya adalah "… dikalahkan oleh orang yang beruntung", karena ada saja jalan keluar untuk selamat dari kejahatan orang yang curang tsb.

Namun bagaimana caranya agar jadi orang beruntung ? pengusaha tersebut menjawab yaitu dengan berbuat baik kepada manusia maka nanti yang dilangit akan baik kepadamu.

Saya terus penasaran, karena jawaban tersebut rasanya pernah saya dengar dalam Al-Quran atau Hadist, sehingga segera saya membuka program Al-Quran di komputer, mencari kata ‘beruntung’ ternyata keluar banyak sekali ayat-ayat yang menerangkan cara agar kita beruntung, atau cari kata ‘rugi’, dst… (Silahkan Anda lakukan dan temukan "ayat2 sukses" tersebut).

Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaannya dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. (QS. 2:16)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS. 3:130)

Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS. 7:69)

Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 7:157)

Sesungguhnya tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa. (QS. 10:17)

Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung. (QS. 12:23)

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (QS. 23:1)

Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung. (QS. 23:117)

Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. 24:31)

Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)". (QS. 28:82)

Dst….

Demikian juga dengan Hadist-hadist yang terkait dengan masalah ini ternyata banyak sekali :

"Orang yang pengasih akan di kasihi Dzat yang Maha Pengasih, kasihilah yang di bumi, maka yang di langit akan mengasihimu." HR. Tirmidzi

"Allah ta’ala menolong seorang hamba selagi hamba tersebut menolong sesamanya." HR. Muslim

"Barang siapa menolong saudaranya yang membutuhkan maka Allah ta’ala akan menolongnya." HR. Muslim

"Barang siapa yang mempermudah kesulitan orang lain, maka Allah ta’ala akan mempermudah urusannya di dunia dan akhirat." HR. Muslim

"Barang siapa yang tidak menaruh belas kasihan terhadap sesamanya, maka Allah ta’ala tidak akan mengasihinya." HR. Muslim

"Barang siapa yang mampu memberikan kemanfaatan kepada saudaranya hendaklah ia lakukan." HR. Muslim

"Bukankah kalian ditolong dan diberi rizki lantaran orang-orang lemah di antara kalian?" HR. Bukhari

"Barangsiapa yang suka rezkinya akan diluaskan dan diakhirkan ajalnya maka hendaklah menyambung tali persaudaraan." HR. Al-Bukhari dan Muslim

"Carilah (keridhaan)ku melalui orang-orang lemah di antara kalian. Karena sesungguhnya kalian diberi rizki dan ditolong dengan sebab orang-orang lemah di antara kalian." Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, dll.

Cerita Pengemis

Suatu hari saat saya masih bermukim di bandung sekitar tahun 1995, ketika itu mobil yang saya kemudikan sedang antri di trafic light dimana mobil saya berada diurutan ke lima dibelakang 4 mobil mewah, seorang pengemis bergerak dari satu mobil ke mobil yang lainnya menjulurkan tangannya, tidak satupun pengemudi mobil-mobil tersebut memberikan uang, saya tidak tega melihatnya dan segera menyiapkan uang untuk sang pengemis, tapi apa yang terjadi adalah setelah melewati mobil ke 4 dia malah kembali ke trafic light dan mengabaikan mobil saya (yang waktu itu masih daihatsu espass).

Saya merenung didalam hati, mungkin karena mobil saya espass, maka ia menganggap percuma saja menuju ketempat saya, sedangkan pengemudi 4 mobil mewah yang ada didepan saja tidak memberi apa-apa, apalagi pengemudi espass (padahal boleh jadi pengemudi 4 mobil mewah tersebut adalah supir, sedangkan pengemudi espass ini adalah pengusaha).

Lantas yang salah siapa disini jika dia tidak mendapatkan uang ? apakah Allah Ta’ala memang tidak mau memberi rezeki kepada dia atau usaha dia yang kurang ? tinggal satu mobil lagi belum dicoba tapi dia sudah berputus asa.

Kejadian tersebut menjadi pelajaran yang sangat berharga buat saya saat itu hingga sekarang ini, bahwa sebelum kita menyatakan ini sudah takdir Tuhan, maka alangkah baiknya jika kita benar-benar berusaha semaksimal mungkin yang terbaik yang bisa kita lakukan, jangan sampai ada kesempatan/peluang yang terlewatkan.

Kesimpulan

Sebagai pengusaha muslim kita dituntut ‘berusaha’ sungguh-sungguh, terus belajar dan cerdas, namun apakah mungkin rezeki bisa kita peroleh jika Allah Ta’ala murka (tidak ridho) terhadap kita ? sedangkan Ia adalah pemilik perbendaharaan alam semesta ini ? tentulah sangat naif jika kita bekerja banting tulang ingin memperoleh rezeki dibumi milikNya menggunakan tubuh yang diberikanNya namun dengan cara yang dimurkaiNya, selalu bermaksiat kepadaNya dan tidak perduli kepada hamba-hambaNya yang lemah, apakah mungkin ? ataukah sebaliknya, rezeki yang diperoleh justru melimpah tapi tidak berkah ? malah menjadi musibah ? istri selingkuh, anak durhaka, dll.

"Barangsiapa bertaqwa kepada Allah dengan melakukan apa yang diperintahkanNya dan meninggalkan apa yang dilarangNya, niscaya Allah akan memberinya jalan keluar serta rizki dari arah yg tidak disangka-sangka, yakni dari arah yang tidak pernah terlintas dalam benaknya." QS. Ath-Thalaq: 2-3 (Tafsir Ibnu Katsir)

"Sesungguhnya Allah berfirman, ‘wahai anak Adam!, beribadahlah sepenuhnya kepadaKu, niscaya Aku penuhi (hatimu yg ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak niscaya Aku penuhi tanganmu dgn kesibukan & tidak Aku penuhi kebutuhanmu". HR. Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dll.

Sumber: http://pengusahamuslim.com/baca/artikel/160/ayatayat-sukses-sebuah-pengalaman-berharga-untuk-pengusaha-muslim

Minggu, November 07, 2010

Menjadi Muslim yang Sesungguhnya


Untung saya pasang Feedjit Live Traffic. Dari situ saya bisa tahu gimana caranya pengunjung bisa nyasar ke blog saya. Salah satu kata kunci via Google yang paling sering nyasar di blog saya adalah: "toleransi Islam dengan umat agama lain", "Islam dan toleransi antarumat beragama", dan sejenisnya.

Dari sini saya menangkap, bahwa ada rasa keingintahuan yang sangat tinggi dari umat Islam (atau umat agama lain) di Indonesia untuk mengetahui, gimana sih sebenernya Islam memandang toleransi antarumat beragama itu? Gimana sesungguhnya ajaran Islam dalam menyikapi perbedaan itu?

Rasa keingintahuan ini bisa jadi muncul karena maraknya aksi radikalisme yang mengatasnamakan umat Islam satu dekada belakangan. Umat Islam pada umumnya, yang terbiasa hidup damai, kemudian menjadi resah dan gundah dengan kehadiran para ekstremis ini. Apa benar agama yang mereka anut selama ini mengajarkan hal demikian? Bagaimana sebenarnya cara Islam bergaul dengan umat agama lain? Soal itu sudah saya bahas dalam artikel sebelumnya, di sini dan di sini.

Yang ingin saya bahas sekarang adalah, bahwa ternyata, umat Islam memiliki "kerinduan" untuk mendalami makna Islam. Ada keinginan untuk mencari jati diri, menjadi muslim yang sesungguhnya.

Saya pun berusaha mencari model muslim yang ideal. I'm also looking for ideal muslim role model. I can mention some names who has capability/integrity/personality that I respect of: Ahmad Dahlan, Quraish Shihab, Mario Teguh, Agus Mustofa, Abdullah Gymnastiar, Maher Zain, etc. Mereka adalah muslim-muslim yang saya kagumi, merekalah yang menurut saya mendekati sosok muslim ideal; cerdas, berkepribadian baik, mengamalkan ajaran agama tanpa menodai lingkungan sekitarnya, serta mencari kebahagiaan dunia dan akhirat. Mereka itu yang menurut saya benar-benar mengenal Allah, memahami sifat-sifatNya, dan tahu apa yang sebenarnya Dia inginkan. Merekalah umat Nabi Muhammad yang sejati, mereka muslim sesungguhnya.

Saya merasa ada kesalahan dalam pemahaman agama umat Islam Indonesia. Barangkali ini ada kaitannya dengan sejarah awal mula penyebaran Islam di Indonesia. Islam, khususnya di Pulau Jawa, diperkenalkan melalui perantara Wali Songo. Kebanyakan dari mereka beraliran 'abangan', yang memanfaatkan tradisi Hindu-Budha untuk mempermudah penyebaran Islam ke Jawa. Karenanya sampai saat ini masih ada tradisi yang campur aduk. Kedatangan Islam sesungguhnya hanya membawa perubahan dari segi ritual saja, tapi belum mengubah cara hidup orang Indonesia secara keseluruhan.

Contohnya, umat Islam Indonesia masih suka berprasangka buruk (su'udzon), masih suka bermalas-malasan, tidak mau mandiri, tidak bisa menerima perbedaan, suka menjegal orang lain yang sudah maju daripada membangun diri sendiri untuk mengejar ketertinggalan, dsb. Tentunya ini bukan generalisasi atas sikap umat Islam Indonesia seluruhnya, namun kebanyakan muslim tradisional Indonesia masih bersikap seperti ini.

Padahal, Al-Quran sama sekali tidak mengajarkan hal-hal sedemikian. Lalu kenapa kok bisa muslim Indonesia keliru memahaminya? Salah satu sebabnya adalah, di Indonesia, Al-Quran hanya DIBACA saja, tapi tidak DIPAHAMI isinya. Membaca Al-Quran dianggap harus dalam Bahasa Arab, entah mengerti atau tidak maknanya, yang penting membaca. Orang-orang banyak yang malas membaca Al-Quran terjemahan, karena dianggap tidak ada pahalanya, padahal ya gunanya Al-Quran itu untuk menjadi pedoman hidup. Kalau nggak ngerti artinya, gimana bisa diamalkan sebagai pedoman?

Ramadhan barusan saya tidak membaca Al-Quran dalam bahasa Arab sama sekali. Saya tetap tadarus, tapi hanya membaca terjemahannya saja. Seperti membaca sebuah syair. Dari situ, pemahaman saya akan firman-firman Allah semakin meningkat. Meskipun belum khatam membaca semua isi Al-Quran, saya jadi tahu bahwa sebenarnya Al-Quran menyuruh "begini", bukan "begitu" seperti yang ada di masyarakat.

Di Iran, ada pameran Al-Quran besar dan modern yang diadakan di sebuah masjid di sana (saya lupa tempatnya, yang jelas diulas di Jawa Pos pada Ramadhan lalu). Di sana dipamerkan karya-karya ilmiah yang merupakan perwujudan dari isi Al-Quran. Karya dalam ilmu eksak, seni, dsb. Mereka menkonkretkan apa yang sebetulnya ada di dalam Al-Quran. Di Iran Al-Quran sangat dihormati. Para pedagang di pasar menempel nukilan ayatnya di toko-toko. Anak-anak kecil usia SD di Iran dan Afghanistan bahkan sudah mampu menghafal isi Al-Quran di luar kepala. Bayangkan, rangkaian bahasa yang tinggi mampu dihafal oleh bocah sekecil itu, secerdas apa mereka nanti saat dewasa?

Di Mesir, Al-Quran juga sangat dihormati. Di bis dan di tempat2 umum orang2 menunggu sambil membaca Al-Quran. Al-Quran poket seperti sudah menjadi barang yang biasa dimiliki umat Islam Mesir dan dibawa ke mana-mana. Itu karena mereka paham betul akan tata bahasa Al-Quran yang sangat tinggi dan kandungannya yang sangat mendalam.

Orang-orang yang paham benar keseluruhan isi Al-Quran, akan bersikap bijak seperti Pak Quraish Shihab atau Aa' Gym. Tutur katanya lembut, jalan pikirannya membuat terang benderang, selalu berusaha membersihkan hati. Orang-orang yang paham betul isi Al-Quran, akan berfikir logis dan cerdas seperti Pak Agus Mustofa. Beragama dengan akal sehat, membuat iman semakin meningkat. Orang-orang yang paham betul isi Al-Quran, akan berusaha menggerakkan masyarakat seperti pak Ahmad Dahlan. Orang-orang yang paham betul isi Al-Quran, akan menciptakan sebuah karya seni yang indah dan menyentuh hati seperti Maher Zain dan Sami Yusuf. Orang-orang yang paham betul isi Al-Quran, hidupnya damai dan tenang, bahagia dunia akhirat.

Saya ingin sekali menjadi seperti itu.
Saya ingin sekali menjadi muslim yang sesungguhnya. Saya ingin tunjukkan pada orang-orang, inilah Islam. Lihatlah yang ini. Jangan melihat bom, teror, dan kekerasan. Kalian tidak pernah benar-benar tahu siapa sesungguhnya yang ada di belakang mereka. Lihatlah umat Islam yang ini, yang cerdas, makmur sejahtera, peduli sesama, dan menebarkan kasih kepada lingkungan sekitarnya.

Pelajari dan pahami Al-Quran, itu adalah kunci untuk menemukan Tuhan dan mendapatkan kebahagiaan dunia-akhirat.

Kamis, November 04, 2010

Twenty

I'm awaken this morning and found that I've already been twenty.

I step my foot on the third decade of my life...I am getting older, and getting closer to die :)

In my twenty years life, I knew one thing that sometimes (often most of the time) ruin my life. NEGATIVE THINKING. Prejudice, negative, prejudice, negative...those thoughts leave footprints in my self: my face (grim expression, hardly smile, unstoppable pimples); my behaviour (easily angry, rigid, sluggard); my track record and image, etc.

[Those words above already show my negative way of thinking] =="

I have to change my personality. Think that this is the first step I have to do before I can reach my other dreams! MINDSET REPROGRAMMING, change my unconscious mind to remove its old negative habit, and do what my conscious mind tell to do!

Changing the personality is something very difficult and needs lot of time...but I CAN DO IT. Some people had made it, I ALSO CAN MAKE IT, too.

This is list of my dream:

Rabu, November 03, 2010

Abroad!

Kemarin baru saja dapat kabar gembira bahwa salah seorang teman yang bernama Brian Anggita mendapat kesempatan untuk mengikuti ISFiT (International Student Festival in Trondheim), Norwegia pada Februari 2011 nanti. Belakangan seorang adik angkatan yaitu Tantri Saraswati ternyata juga diterima di even tersebut. Wuaaawwww.....2 guys go abroad from Ma Chung at prestige international event? It's rarely happen! Me and some friends who also apply isn't lucky this year since we're not invited, but surely my University get its great achievement by those two! So cool...eh?

Beberapa teman alumni ISWI juga banyak mendapat kesempatan keluar negeri lagi setelah even itu. Salah satunya Teh Histor, yang baru saja dapet kabar bahwa dia diundang ikut even IYCF di Pakistan. Teman2 yang lain juga sering lagi ikut even internasional setelah itu...but for me the chance is yet to come, still have to wait :))

I remember when I went to Germany my university & my family; my father, my aunts, etc help to support the financial needs. For visa, ticket, transport, etc. I remember my father bought a digital camera that he actually couldn't buy. He gives some extra money that actually he can't give. Fortunately I can fly because the University support the ticket, but with restricted traveling funds, still I can't realize the dream of Euro trip, I directly went home after the event while my friends going Belgium, France, etc.

I was veryyyyy happy at the moment because finally I can go abroad...but when I came back here I felt something wrong. Yes...I still can't be financially independent. Still depend on my father who were fully struggling to support my trip (and some sponsors that unfortunately reject our proposal). I realize that I was happy, but to make myself happy I accidentally make my father force himself. Itu adalah sesuatu yang mengganjal kebahagiaanku.

I want to go abroad, I WANT TO GO ABROAD ON MY OWN FEET.

Of course I'm looking for full scholarship...later when I wanna attend master degree. But while now I'm still undergraduate student, where full scholarship in temporal international event rarely available, I have to struggle by my own self. I want to get there having precious moments with interracial friends...but with my father at home, my younger sisters need me, I can't be fully happy.

I want to enrich myself, my family. When the time comes to go there again, I will note make anyone or anybody had a rough time...because I WILL FUND MY OWN TRIP!

Amin! :))

Senin, November 01, 2010

Mengapa Harus Sukses Selagi Muda?

Benar sekali apa kata Mario Teguh. Ketika kita dapat mencapai sukses di usia muda, semua kebutuhan kita akan lebih cepat terpenuhi. Begitu kita selesai mengurusi diri sendiri, kita akan segera beralih untuk mengurusi orang lain. Artinya: dengan sukses di usia muda maka akan LEBIH BANYAK waktu yang kita punya untuk membantu orang lain, membangun komunitas kita, mewujudkan dunia impian yang lebih baik!

Mimpilah yang besar. Imbangi pula dengan hati yang besar. Insyaallah kita bisa jadi 'orang besar'.

Ada kalanya prihatin melihat nasib orang lain, saudara sebangsa atau seiman yang bodoh nan miskin, tidak mengerti potensi yang dimiliki. Ingin membantu masih di awang-awang, karena keadaan diri dan keluarga sendiri juga tidak jauh lebih baik. Maka pertama-tama, ingin memperbaiki dulu yang dekat-dekat, memenuhi kebutuhan ayah, ibu, dan tiga adik yang selalu ada kapanpun di dekat saya. Balas budi tentulah ke orang2 yang lebih dekat dahulu. Baru setelah itu, memikirkan orang lain. Mengentaskan bangsa Indonesia dari kebodohan karena terus dijajah bangsa asing. Memodernkan kaum muslim yang terpuruk dalam kesalahpahaman nilai agama. Menyuarakan kebenaran, dan menerapkan kebenaran itu.

Jalan masih panjang... Kalau niatnya bagus, Tuhan pasti ridho...

Minggu, Oktober 31, 2010

Tamer Hosny and His Cool Hip-Hop Song

I got this song from my buddy, she's modern girl of Arabian-descent. This song is very "ear-catching", the first time you hear it you'll be curious to listen and listen again!

The singer's name is Tamer Hosny, he's Egyptian singer--and he's cool! Just like this song: half English and half Arabic, with sooooooo smooth voice of Hosny and very catchy music! It's a unique rap song... yeah the lyrics is just ordinary theme about the boy who lost his girl, but the 'refrain' part is very unique...since it uses Arabic language--and it isn't everyday you hear Arabic rap, right? It's different, really. Just knew that Arabic can listens well in hip hop rhyme :) You should listen!

Here are the lyrics:
(I dunno the translation of the Arabic part...still searching >.<)

Title: Ba7ebek Moot
Come back to me... yeah
mmmmmm... aah
let me tell you... haaaa

I was the luckiest man on earth
but didn't know the worth of having a great woman,
you deserve to be first
but now I'm cursed cuz I hurt you and let you stray
but then you reversed the pain and hurt me in the worst way
I know I did you wrong
but the way you made me pay
how could you be so heartless
like Kanye say
I know you're tired of excuses
but I'm to do what's right
so if you come back into my life, it's as my wife

The love I gave to you
can't give to another girl... another girl
cuz girl you're the only one... the only one
that brought joy to my world
the love I gave to you... the love I gave to you
can't give to another girl
[ Find more Lyrics on http://mp3lyrics.org/9IZB ]
cuz girl you're the only one... you're the only
that brought joy to my world

و هقولك ايه انا ولا ايه. . اكيد فاهم انا قصدي ايه
يا حبيبي مش هقدر اعيش مع غيرك نفس اللي انا عشت فيه معاك
معقول قادر تحب غيري و تقوله نفس الكلام اللي ماكنش بيتقال لحد غيري
وتعيش كمان نفس الاحساس معاه.

My girl I love you... baby girl I need you
don't leave me baby
I can't live without you
baby girl I need you
don't leave me baby
cuz I can't live without you girl

انا بحبك مووت وعارف صووت. . صوت نفسك حتى لو انا مش جنبك
انا بحبك مووت وعارف صووت. . صوت نفسك

Girl you're the only one. . you're the only
that brought joy to my world. . yeah girl

و هقولك ايه انا ولا ايه. . اكيد فاهم انا قصدي ايه
يا حبيبي مش هقدر اعيش مع غيرك نفس اللي انا عشت فيه معاك
معقول قادر تحب غيري و تقوله نفس الكلام اللي ماكنش بيتقال لحد غيري
وتعيش كمان نفس الاحساس معاه.

Hey girl I love you... baby girl I need you
don't leave me baby
I can't live without you

Kamis, Oktober 28, 2010

Merapi dan Mbah Maridjan



Pada hari Selasa, 26 Oktober 2010 waktu Maghrib, saya masih berada di Universitas Ma Chung untuk mengikuti seminar Internet Sehat. Tak dinyana, beratus kilometer jauhnya di arah barat,gunung teraktif di dunia sedang memuntahkan isi perutnya. Merapi. Saat itu pula, seorang abdi sedang bersujud kepada Tuhan pemilik gunung yang dijaganya selama puluhan tahun. Mbah Maridjan akhirnya meninggal di sisi Merapi, gugur dalam tugas menjaga gunung yang sangat dicintainya itu. Saat sedang menunaikan ibadah shalat Maghrib, "wedhus gembel", awan panas bersuhu 600 derajat Celcius menerjang dusunnya dan membakar apa saja yang dilewatinya.

Bagi Mbah Maridjan, meninggal dalam 'buaian' Merapi mungkin adalah hal yang diinginkannya. Bekerja sebagai wakil juru kunci sejak 1970, lalu menjadi juru kunci resmi Merapi pada 1982, dia adalah orang yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk menjaga Merapi. Dia paham nda hafal segala tingkah polah gunung yang meletus setiap 4 tahun sekali itu. Bahkan, sebelum letusan kali ini, dia sudah memprediksi bahwa Merapi akan 'mbledhug' pada hari Selasa petang. Bukan, dia bukan paranormal. Dia hanyalah abdi yang sangat mencintai alam hingga dapat berkomunikasi dengannya, membaca tanda-tanda alam yang sudah lekat dengan kesehariannya.

Selamat jalan Mbah Maridjan. Sampaikan pinta kami pada Tuhan untuk menghentikan bencana yang bertubi-tubi menimpa negeri ini...




(jasad Mbah maridjan dalam posisi sujud)

Kamis, September 23, 2010

On The Road to Find Out

"To some people, it may have seemed like an enormous jump, but for me, it was a gradual move to this."
"I had found the spiritual home I'd been seeking for most of my life. And if you listen to my music and lyrics, like "Peace Train" and "On The Road To Find Out", it clearly shows my yearning for direction and the spiritual path I was travelling."

Those quotes came directly from Cat Stevens a.k.a. Yusuf Islam, a British music legend, about his spiritual journey. He converted at 23 December 1977 after a long way of searching...like he said in the interviews.

For some people, finding God in His true way is essential. While without God, you can't life peacefully. You might be happy, yes, but you're not joyful. There will be an empty-hollow hole inside your heart, which you always try to fill in.

Like what I'm experiencing now, I am on the journey. Taking Steven's word, me, and maybe some other people, are on the road to find out. This journey will never stop, always continue till I pass away, till I find my Home.

Recently, in the last Ramadhan, I found a glow of light. This light has surrounded since I was born, but I was never really pay attention--I was never really open my eyes to see this light.

Rabu, September 08, 2010

‘He’ Will Be My Husband

In theory of “The Secret”, you have to imagine a real description about what you really want. Your mind has to be focused on this wanted-thing. Then, you have to WRITE it. Write your dream on a piece of paper, then some days or some years later, it will become true.

In this case, I’ll write it on a piece of webpage.

God, I hope you can bring me my ideal husband 7 years from now.
He will not be handsome, but he’s definitely charming. He has strong aura. When I look on his eyes, I’ll see peace and protection. When I look on his lips, I’ll see tender words that always comfort me. When I look on his forehead, I’ll see a servant who always bows for pray to his Creator. When I look on his arms, I’ll see courage to prosper his family. When I look on his feet, I’ll see a leader who will take his family to the right path and save them from hell. When I look on his heart, I’ll see a clean-beautiful character light his surrounding.

I want a husband who can bring a true joyfulness for me and my children, now and at the hereafter.

Although I realize that good men are only for good women, and good women are only for good men. Now that I still can’t be a good woman, I can’t get a good man. I have to build my character so that I can be a good woman who proper for a good man—my ideal husband.

Now that I have written it, I truly hope it will happen. Amin.

Kamis, Agustus 26, 2010

Renungan Ramadhan (4): Tuhan dan Rasa Aman


Manusia adalah makhluk yang penuh ketergantungan. Saat bayi kita tergantung pada orangtua, saat remaja kita tergantung pada teman-teman, saat dewasa kita mungkin tergantung pada pasangan hidup atau rekan kerja. Ada pula yang tergantung pada hartanya, kekuasaannya, atau bahkan ketenarannya.

Ibarat tali, kalau ‘tempat bergantung’ itu hilang, maka kita pun akan terburai, terjatuh tidak karuan. Kita hancur dan kehilangan pegangan. Kita seperti orang linglung, segala yang kita punya seperti tidak berarti lagi; harapan hilang, semangat hidup pun tak tersisa.
Sering kan kita menemui orang-orang seperti itu. Jadi gila karena terbelit utang, bunuh diri karena diputus kekasih; mereka semua itu adalah orang-orang yang stress karena kehilangan tempat bergantung.

Kita tentunya nggak mau mengalami nasib seperti itu. Karenanya, kita harus memiliki tempat bergantung yang kuat. Dia yang tidak akan meninggalkan kita, Dia yang selalu ada saat kita butuh, Dia yang paling tahu apa isi hati kita.

Dialah Tuhan, tempat bergantung yang paling kuat.

Dengan bergantung padaNya, tali kita tidak akan putus. Meskipun kita sendirian dan ditinggalkan, Tuhan tidak akan meninggalkan kita, selama kita terus mendekat padaNya.

“Allah adalah tempat bergantung.” (Al-Ikhlas ayat 2)

Jadi jangan pernah terlalu sedih dan cemas. Orang-orang yang beriman akan selalu mendapat rasa aman, karena mereka menggantungkan talinya pada Sesuatu yang amat kuat dan tak akan pernah lepas.

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman, mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al-An’am ayat 82)