Selasa, Desember 21, 2010

My Brand New Personal Website!



Well, I'll announce this happy-pity news.

I HAVE A NEW WEBSITE!

Yeah, it's a REAL WEBSITE, not just a blog!
I got it as my 20th birthday present! I am veerrryyy happpyyy! ^0^

But that also means pity...because I have to leave this blog. I had been home here for about two years, it's not a short time :(

But I'm sure my new home will be more comfortable for you, so just come and enjoy! ;)

This is my new home:
www.umihabibah.com

Sabtu, Desember 18, 2010

Sulitnya Berubah


Baru satu bulanan ini saya dan keluarga menjalankan sebuah usaha. This is my first time to really handle a business, with investor's capital (which is dari bulik saya sendiri) and a wide-market. Teringat dulu pas SMP dengan modal 30 ribu perak buka perpustakaan kecil-kecilan (yang akhirnya tutup karena kemahalan dan koleksi bukunya sedikit :P) dan waktu SMA bikin majalah komik bersama teman2 (bermodal urunan 50 ribu yang akhirnya mbalik tanpa untung, juga karena salah manajemen).

Berhubung kami sekeluarga nggak ada background pengusaha, menjalankan usaha yang sebenarnya nggak terlalu berisiko ini jadi punya pengalaman baru. Tau nggak, ternyata kalo punya usaha itu:

1) Nggak boleh capek
harus produksi terus, jualan terus, supaya duitnya tetep muter dan nggak boleh males2an. Ini yang menurut saya jadi perubahan drastis di keluarga. Kami yang sejak awal adalah keluarga pegawai (keluarga ustadz kalo dari nasab) yang terbiasa menikmati gaji tetap berubah total menjadi: "kalo ngga jualan ya ngga ada pemasukan". Bapak-ibu saya yang udah separo baya (alias udah cukup tua) harus dipaksa bekerja keras lagi, padahal saya tahu pasti mereka bukan tipe pekerja keras, tapi tipe sosial-pemikir (lebih suka belajar, mendalami ilmu, berorganisasi, dll).

Saya sendiri pun, yang biasanya lebih suka baca koran, males2an, tidur2an sekarang jadi harus ikutan capek produksi, blusukan dari pasar ke pasar, warung ke warung, masih harus disambi kuliah. Tau nggak? Kadang2 rasanya capeeekkk gitu. Kalo kepikiran setiap hari harus 'cari pasar baru', 'cari pasar baru', rasanya kayak ada suatu beban di kepala. Rasanya kok malah jadi nggak semangat...makanya inilah yang bikin aku heran. Mungkin inilah gejala masa adaptasi. Masih ada yang salah dengan mindset saya. Biasanya kalo dikasi target jadi semangat, ini malah jadi beban. I'm not that kind of person. Tapi kenapa jadi seperti ini...apa mungkin karena risikonya lebih besar? Bayangin, ini terkait dengan hidup keluarga kamu, bukan hidupmu saja. "Kalo kamu nggak jualan, keluargamu nggak makan." Padahal kamu terbiasa minta apa2 udah dikasih. Kondisi tubuh dan pikiran belum bisa menyesuaikan. Dari yang awalnya ongkang2 kaki, harus gerak cepat terus. Dari yang awalnya pemalas, harus jadi tekun dan ulet. Ya, mungkin inilah tantangan2 awal jadi pengusaha. Nggak boleh putus asa. Mental harus kuat. Nggak boleh gampang menyerah!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Moga2 tubuhku dan otakku segera bisa beradaptasi, jadi nggak gampang capek dan mengeluh lagi :)


2) Harus dinamis dan inovatif
Produk kami bukannya sebuah produk baru. Di Malang udah ada beberapa merk yang beredar di pasaran. Kalo pas lagi nawarin barang ke sebuah toko dan udah ada merk lain di situ, rasanya sebel juga. Apalagi kemasan produk kami masih ecek2 (meski rasanya dijamin lebih maknyussssss). Harus ada inovasi memang. Tapi apa? Saya berpikir untuk menambah varian rasa, tapi yang belum pernah ada. Selama ini kami produksi cuma rasa bawang (nunggu harga cabe turun baru produksi rasa pedas manis). Tapi 2 varian rasa itu jamak di produk lainnya. Terpikir untuk bikin rasa barbeque dan sejenisnya, tapi masih kuatir juga kira2 enak gag ya? Puuuuuhhhhhh

Terus masalah kemasan. Selama ini produk cuma ditali rafia dan digantung, kepikir untuk bikin kemasan yang lebih bonafide. jadi bisa masuk toko oleh2. tapi kok kayaknya butuh "sealer" yang mahal...label yang lebih oke, plastik yang lebih tebal which means NAMBAH MODAL...di mana modal awal aja belom balik =.=

Tapi emang semua itu butuh dicoba. butuh usaha yang berkelanjutan. which means itu sangat menyangkal kodrat saya sebagai seseorang yang ditakdirkan "MOODY". kalo ngga mood, ya ngga kerja. tapi kalo ngikutin mood terus, ya buyar deh ini usaha. Biasanya kalo ngga modd ya ngga nulis, ngga dapat pemasukan, tapi toh uang itu hanya untuk kebutuhan sekunder saja, jadi tanpa pendapatan ya nggak apa2. tapi kalo yang sekarang ini uang primer. kalo ngikutin mood terus, bisa2 kami sekeluarga ngga makan.


INTINYA; BERUBAH ITU SULIT.
Berubah dari pemalas ke rajin-ulet itu sulit.
Berubah dari males mikir ke kreatif-inovatif itu sulit.
Berubah dari gampang capek ke ngga boleh capek itu sulit.
Berubah dari pekerja ke pengusaha itu sulit.
Berubah dari ngantuk'an ke melek'an ini yang paling sulit (>.<).

Life is changing. Kita hidup seperti sebuah gasing yang terus berputar; kalo kita berhenti, maka jatuhlah kita.

Minta sama Tuhan biar diberi kekuatan untuk terus berlari tanpa berhenti, tanpa putus asa, tanpa merasa lelah...hingga cahaya datang dan kami menikmati hidup yang lebih baik.

Amin allahumman Amin...

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya." (Al-Baqarah 286)

Senin, Desember 13, 2010

Misteri Jodoh



Jodoh itu misteri. Dari sekian banyak tantangan yang Tuhan berikan kepada kita, menurut saya jodoh adalah sesuatu yang paling tidak bisa kita usahakan. Kita bisa saja bekerja sekeras-kerasnya supaya bisa kaya. Kita bisa saja belajar setekun-tekunnya supaya jadi pintar. Kita juga bisa berdandan seheboh-hebohnya supaya bisa jadi cantik. Tapi supaya dapat jodoh yang sesuai??? Kita gak bisa memaksakan kehendak. Sebab jodoh itu menyangkut perasaan paling pribadi dari orang lain, nggak hanya melibatkan diri kita saja.

Jodoh itu takdir. Sebab ia menyangkut kelahiran seorang manusia. Coba, kalau misalnya bapak-ibu kita enggak jodoh, pasti kita nggak akan lahir. Nyatanya kita udah tumbuh segede ini. Jadi pertemuan bapak-ibu kita dulu pastinya sudah direncanakan oleh Tuhan supaya kita bisa lahir ke dunia ini.

Karenanya saya percaya belahan jiwa (soulmate) itu ada. Saya percaya Tuhan menciptakan kita berpasang-pasangan. Ketika meniupkan ruh dalam segumpal darah kita, Dia sudah menetapkan siapa yang akan mendampingi hidup kita hingga akhir perjalanan di dunia. Masalahnya, kita tidak tahu siapa itu, dan kita tidak bisa memilih.

Kalau disuruh memilih, tentunya saya pilih Maher Zain jadi soulmate saya. Selain luar biasa cakep dengan suara yang luar biasa merdu, terkenal, mapan, orangnya juga saleh dan dijamin bisa bikin bahagia dunia-akhirat. Eh, tapi ternyata Tuhan sudah pasangkan dia dengan istrinya sehingga saya nggak kebagian >.<

Intinya, jodoh itu...susah ditebak. Meskipun kita cinta banget sama si A, eh ternyata gagal juga. Meskipun kita awalnya gak suka sama si B, eh ternyata malah jadi. Berapa kalipun kita pacaran, siapapun pacar-pacar kita, siapapun orang-orang yang pernah mengisi hati kita, nggak akan bisa menghalangi tangan Allah mempertemukan kita dengan pasangan sejati kita.

Bisa jadi pasangan kamu saat ini adalah jodoh kamu, tapi bisa juga bukan. Bisa jadi kamu pacaran 10 tahun terus putus, eh yang jadian 3 bulan langsung nikah. Allah Maha Tahu. Allah sudah menyiapkan pasangan terbaik bagi hamba-hambaNya, yang perlu kita lakukan hanya menunggu, dan mempersiapkan diri agar ketika sang jodoh itu datang, kita sudah siap menyambutnya dengan sukacita. Amiiinnn!!!

Senin, Desember 06, 2010

Ciri Entrepreneur

Saatnya mencocokan karakter diri Anda dengan ciri entrepreneur!

Menjadi seorang entrepreneur memang tidak mudah, besarnya resiko usaha menjadi
salah satu penghalang terbesar bagi masyarakat untuk memulai usaha. Bahkan
karena takut menghadapi resiko, banyak masyarakat yang berhenti ditengah jalan
dan yang lebih parah lagi banyak diantara mereka yang mundur sebelum mereka
mencoba. Mereka lebih memilih zona aman tanpa memikirkan besarnya resiko
kerugian. Tak heran jika masyarakat kita lebih berminat menjadi pegawai negeri
sipil atau menjadi karyawan di sebuah perusahaan dibandingkan menjadi seorang
entrepreneur. Hal ini membuktikan bahwa tidak semua orang memiliki jiwa
entrepreneur.
Apakah Anda termasuk orang yang memiliki jiwa entrepreneur? Berikut kami
berikan ciri seorang entrepreneur yang membedakannya dengan orang lain :

1. Memiliki mimpi besar
Seorang entrepreneur selalu memiliki mimpi besar, mereka mulai menjalankan
bisnisnya karena adanya motivasi untuk mencapai mimpi besar mereka. Mimpi yang
mereka miliki, menjadi tujuan dari semua usaha yang dilakukannya. Sehingga dalam
mengambil keputusan, seorang entrepreneur akan menyesuaikannya dengan mimpi yang
dimilikinya. Jadi segala peluang usaha yang dijalankannya akan lebih terarah,
dan berhasil mencapai kesuksesan. Mimpi seorang entrepreneur bukan sekedar
menjadi seorang pegawai, namun ia memiliki cita – cita besar untuk menciptakan
lapangan kerja baru yang dapat memberdayakan masyarakat.

2. Pandai mengatasi ketakutannya
Banyak orang yang masih takut untuk mengambil resiko, namun hal ini tidak
berlaku bagi seorang entrepreneur. Mereka pandai dalam mengelola ketakutannya
dan menumbuhkan keberanian untuk meninggalkan segala kenyamanan yang ada, serta
memilih menghadapi sebuah resiko. Namun keberanian untuk menghadapi resiko tetap
disertai dengan perhitungan yang matang. Sehingga seorang entrepreneur bukan
hanya berani nekat saja, tetapi juga berani bertanggungjawab atas keputusan yang
telah diperhitungkannya.

3. Mempunyai cara pandang yang berbeda
Seorang entrepreneur selalu memandang masalah, kesulitan, keadaan lingkungan
sekitar, perubahan trend dan kejadian yang sedang dihadapinya saat ini, untuk
memunculkan kreativitas guna menciptakan ide – ide bisnis dan konsep bisnis yang
memiliki prospek cukup cerah. Selain itu segala kejadian yang ada di sekitarnya
menjadi ide bagi mereka, yang selanjutnya dijadikan sebagai peluang usaha baru
yang menjadi impiannya.

4. Pemasar sejati atau penjual ulung
Seorang entrepreneur juga memiliki kemampuan dalam menyusun strategi pemasaran
bisnis, sehingga dalam membangun sebuah bisnis pertumbuhannya bisa semakin
cepat. Tanpa adanya skill ini, orang yang memulai usaha akan memperoeh beban
lebih berat dan membutuhkan waktu cukup lama untuk mencapai impiannya.

5. Menyukai tantangan
Banyak orang yang memilih untuk bertahan di zona aman, namun seorang
entrepreneur tidak suka berlama – lama dengan kegiatan yang monoton. Dia lebih
suka menggunakan kreativitasnya untuk menjadikan tantangan yang dihadapinya
menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. Bahkan banyak entrepreneur yang
menganggap tantangan adalah peluang bagi mereka.

6. Mempunyai keyakinan yang kuat
Ciri yang keenam ini yang sering dilupakan oleh orang lain. Entrepreneur
memiliki keyakinan bahwa sebenarnya kegagalan itu tidak ada. Bagi mereka yang
ada hanya rintangan besar, sangat besar dan rintangan kecil. Kegagalan hanya
muncul pada orang yang tidak berusaha mencari jalan keluar dari masalahnya.
Namun dengan menganggap bahwa semuanya hanya rintangan, entrepreneur selalu
optimis bahwa semua rintangan bukan akhir dari segalanya dan pasti ada jalan
keluar untuk menghancurkan rintangan tersebut.

7. Selalu mencari yang terbaik
Selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik guna memberikan hasil yang terbaik
pula bagi para konsumennya. Itu yang selalu ada dalam diri seorang entrepreneur,
mereka cenderung perfectionist. Karena mereka memiliki tujuan untuk mencari cara
yang terbaik agar konsumennya tidak merasa kecewa dengan pelayanan yang telah
diberikannya.

8. Disiplin waktu untuk pemenuhan target
Kedisiplinan menjadi hal penting bagi seorang entrepreneur, bagi mereka waktu
yang terbuang sama halnya melewatkan sebuah peluang besar untuk mendapatkan
keuntungan. Maka benar adanya jika ada pepatah yang mengatakan “ time is money �
karena dengan membuang waktu sama halnya dengan melewatkan begitu saja peluang
untuk mendapatkan penghasilan. Oleh sebab itu seorang entrepreneur selalu
disiplin dalam segala hal, untuk mencapai target yang mereka tentukan.

9. Memiliki kemampuan untuk memimpin
Seorang entrepreneur merupakan pemimpin bagi dirinya sendiri dan pemimpin bagi
para karyawannya. Dengan memiliki jiwa kepemimpinan, Anda dapat memotivasi
diri sendiri dalam hal pengambilan keputusan. Selain itu ketika menjadi seorang
entrepreneur, maka secara tidak langsung Anda juga harus siap menjadi pemimpin
yang baik bagi para karyawan Anda, karena mereka berkaca pada diri Anda. Jadilah
teladan yang baik bagi karyawan Anda, dan dorong mereka agar dapat memberikan
yang terbaik bagi para para konsumen.

10. Pantang menyerah
Yang kesepuluh yaitu pantang menyerah, seorang entrepreneur memiliki visi dan
semangat juang yang besar. Mereka pantang menyerah pada hambatan, tidak pernah
putus ada untuk selalu mencoba memberikan yang terbaik bagi para konsumennya.
Jika menemui jalan buntu, seorang entrepreneur tidak akan diam begitu saja
menerima kegagalan. Mereka akan mencari jalan alternatif, agar bisa meraih
impiannya.

Sekarang saatnya mencocokan karakter diri Anda dengan ciri entrepreneur yang
telah kita bahas.
Apakah diri Anda sudah memiliki jiwa entrepreneur seperti diatas?

Sumber
: http://kursusbikinf lanel.wordpress. com/2010/ 11/13/ciri- seorang-entrepre neur/

Salam sukses Dunia Akhirat.

Founder Komunitas Sentra Perajin Flannel Cikarang Bekasi
DENY ROSADI
Ph. 0856.981.8641

Rabu, Desember 01, 2010

Healing: a simple message that can heal us


This song is pretty touching...!!! It is the newest Ramadhan single of Sami Yusuf. The video shooting location is in Jeddah, Saudi Arabia. You can see the video here! Listen to the music via headset while watching the video, I'm sure you'll about to cry, coz it's deeply touching :'(

Yang lebih mengena, ternyata lagu ini merupakan proyek sosial kerja sama antara Sami Yusuf dan Dr Walid Fitaihi (CEO International Medical Center). Dr Fitaihi yang seorang tenaga medis memiliki visi mulia bahwa penyembuhan (healing) tidak hanya berfokus dari segi fisik saja, melainkan keseluruhan jiwa dan pikiran. Semua orang bisa melakukan penyembuhan; melalui senyum dan kebaikan sederhana. Jika kita menyembuhkan, maka kita akan disembuhkan. A simple message that can heal our life :)



Sami Yusuf - Healing

It’s so hard to explain
What I’m feeling
But I guess it’s ok
Cause I’ll keep believing
There’s something deep inside
Something that’s calling
It’s calling you and I
It’s taking us up high

CHORUS:

Healing, a simple act of kindness brings such meaning
A smile can change a life let’s start believing
And feeling, let’s start healing

VERSE 2:

Heal and you will be healed
Break every border
Give and you will receive
It’s Nature’s order
There is a hidden force
Pulling us closer
It’s pulling you and I
It’s pulling us up high


CHORUS:

Healing, a simple act of kindness brings such meaning
A Smile can change a life let’s start believing
And feeling, let’s start healing

MIDDLE 8:

Hearts in the hand of another heart and in God’s hand are all hearts
An eye takes care of another eye and from God’s eye nothing hides
Seek only to give and you’ll receive
So, heal and you will be healed

OUTRO (x2):

قلب بين يدي قلب و بيد الله كل قلب

عين ترعى عينا، وعين الله ترعى

كلمة طيبة صدقة

تبسمك لأخيك صدقه

كل معروف صدقة

اللهم اشف شفاءً لا يغادر سقماً

*the Arabic part of this song all is taken from Prophet Muhammad words (hadith). Here is the translation*

"Hearts in the hand of another heart and in God’s hand are all hearts
An eye takes care of another eye and from God’s eye nothing hides
A good word is charity (shodaqoh)
Smiling to your brother is charity (shodaqoh)
All the goodness is charity (shodaqoh)
O God, heal a full healing that doesn't leave any sickness"

Senin, November 15, 2010

我的博客


大家好! 我叫米丝雨。 我是玛中大学的学生。 我在玛中大学学习中文。 我的老师是张惠茹。 现在我们学习博客方面的课。 我有一个博客,是 “Habibah Daily Happiness”. 在博客我已经写很多文章。因为我已经四年多了写博客。 这是我第 128 的文章。 如果我很高兴或者很伤心我就写文章在博客。 我真喜欢写博客。

Selasa, November 09, 2010

Ayat-Ayat Sukses (Sebuah Pengalaman Berharga untuk Pengusaha Muslim)

Ditulis oleh:
Fadil Basymeleh
PT Zahir Internasional

Saya gemar fotografi landscape, sangking seringnya memfoto saya diberi rezeki berupa kesempatan untuk berjumpa dengan tornado yang cukup besar dan berhasil memfotonya dengan baik (walaupun takut dan tegang ndak karuan).

Dengan bangga saya pamerkan foto tornado saya tersebut ke teman2, ada beberapa yang dengan spontan menjawab "kau beruntung sekali", dalam hati saya 100% setuju dengan pernyataan tersebut, saya benar-benar beruntung, tapi karena melihat situasi saat itu juga hadir teman2 yang ‘rada pemalas’ maka saya menjawabnya dengan sedikit menyindir, saya jawab "ya saya benar-benar beruntung karena saya rajin kepantai untuk mengambil foto, seandainya saya rajin berpangku tangan dirumah mana mungkin saya bisa beruntung memfoto tornado tsb dengan hasil yang baik"

Maksud pernyataan saya tersebut adalah mungkin saja Anda punya alat fotografi canggih, namun karena jarangnya Anda keluar mengambil foto maka :

- Kesempatan Anda untuk menemukan momen2 istimewa menjadi lebih kecil daripada jika Anda sering keluar mengambil foto.

- Karena jarangnya praktek, maka saat ada kejadian istimewa tsb mungkin Anda begitu tegang sehingga tidak ada satupun foto yang bagus baik dari sisi teknis dan kualitas gambar.

- Karena kurangnya motivasi dan ambisi maka bisa jadi Anda lari saat kejadian tersebut berlangsung, bukannya mengambil kamera, mengatur setting dengan baik dan mengambil foto dengan tenang.

Nah contoh pengalaman diatas sama dengan yang kita alami sebagai pengusaha, penuh dengan faktor usaha, motivasi, pengalaman, ketegangan dan faktor keberuntungan.

Usaha yang Bertemu dengan Peluang

Sekitar 13 tahun yang lalu seorang teman berbagi ilmu dengan saya, bahwa di suatu buku ‘barat’ ditulis bahwa keberuntungan adalah "USAHA yang bertemu dengan PELUANG", artinya timing dan momen-nya pas, ketemu di suatu titik, artinya jika tidak usaha maka pasti peluang tsb tidak akan ditemukan, tapi jika memang nasib tidak bagus maka sehebat apapun usahanya maka peluang tersebut tidak akan ketemu.

Nah dari perjalanan hidup kita sebagai pengusaha muslim dapat kita simpulkan bahwa berhasil tidaknya dan seberapa cepat kita bisa ketemu dengan peluang (setelah kita berusaha dengan sungguh-sungguh) adalah murni peran Yang Maha Kuasa Allah Ta’ala, yaitu apakah kita dimudahkan untuk bertemu dengan peluang tersebut atau tidak. Sehingga akhirnya dapat dinyatakan kita beruntung.

Meskipun harus diakui bahwa usaha (ikhtiar) kita pun tidak luput dari kekuasaan Allah Ta’ala, karena kalau kita diciptakan sebagai manusia idiot tentu saya tidak dapat menulis artikel ini dan Anda tentu tidak akan membacanya, atau jari2 saya dibuat kaku dan mata Anda dibuat rabun….

Orang Bodoh dan Orang Pintar

Lagi-lagi seorang teman menasehati saya dan beruntung saya punya teman yang senang memberi nasehat, bahwa dia pernah mendengar dari seorang pengusaha disuatu seminar bahwa "Orang bodoh dikalahkan oleh orang pintar, orang pintar dikalahkan oleh orang curang, orang curang dikalahkan oleh …." setelah kutunggu-tunggu ternyata jawabannya adalah "… dikalahkan oleh orang yang beruntung", karena ada saja jalan keluar untuk selamat dari kejahatan orang yang curang tsb.

Namun bagaimana caranya agar jadi orang beruntung ? pengusaha tersebut menjawab yaitu dengan berbuat baik kepada manusia maka nanti yang dilangit akan baik kepadamu.

Saya terus penasaran, karena jawaban tersebut rasanya pernah saya dengar dalam Al-Quran atau Hadist, sehingga segera saya membuka program Al-Quran di komputer, mencari kata ‘beruntung’ ternyata keluar banyak sekali ayat-ayat yang menerangkan cara agar kita beruntung, atau cari kata ‘rugi’, dst… (Silahkan Anda lakukan dan temukan "ayat2 sukses" tersebut).

Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaannya dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. (QS. 2:16)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS. 3:130)

Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS. 7:69)

Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 7:157)

Sesungguhnya tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa. (QS. 10:17)

Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung. (QS. 12:23)

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (QS. 23:1)

Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung. (QS. 23:117)

Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. 24:31)

Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)". (QS. 28:82)

Dst….

Demikian juga dengan Hadist-hadist yang terkait dengan masalah ini ternyata banyak sekali :

"Orang yang pengasih akan di kasihi Dzat yang Maha Pengasih, kasihilah yang di bumi, maka yang di langit akan mengasihimu." HR. Tirmidzi

"Allah ta’ala menolong seorang hamba selagi hamba tersebut menolong sesamanya." HR. Muslim

"Barang siapa menolong saudaranya yang membutuhkan maka Allah ta’ala akan menolongnya." HR. Muslim

"Barang siapa yang mempermudah kesulitan orang lain, maka Allah ta’ala akan mempermudah urusannya di dunia dan akhirat." HR. Muslim

"Barang siapa yang tidak menaruh belas kasihan terhadap sesamanya, maka Allah ta’ala tidak akan mengasihinya." HR. Muslim

"Barang siapa yang mampu memberikan kemanfaatan kepada saudaranya hendaklah ia lakukan." HR. Muslim

"Bukankah kalian ditolong dan diberi rizki lantaran orang-orang lemah di antara kalian?" HR. Bukhari

"Barangsiapa yang suka rezkinya akan diluaskan dan diakhirkan ajalnya maka hendaklah menyambung tali persaudaraan." HR. Al-Bukhari dan Muslim

"Carilah (keridhaan)ku melalui orang-orang lemah di antara kalian. Karena sesungguhnya kalian diberi rizki dan ditolong dengan sebab orang-orang lemah di antara kalian." Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, dll.

Cerita Pengemis

Suatu hari saat saya masih bermukim di bandung sekitar tahun 1995, ketika itu mobil yang saya kemudikan sedang antri di trafic light dimana mobil saya berada diurutan ke lima dibelakang 4 mobil mewah, seorang pengemis bergerak dari satu mobil ke mobil yang lainnya menjulurkan tangannya, tidak satupun pengemudi mobil-mobil tersebut memberikan uang, saya tidak tega melihatnya dan segera menyiapkan uang untuk sang pengemis, tapi apa yang terjadi adalah setelah melewati mobil ke 4 dia malah kembali ke trafic light dan mengabaikan mobil saya (yang waktu itu masih daihatsu espass).

Saya merenung didalam hati, mungkin karena mobil saya espass, maka ia menganggap percuma saja menuju ketempat saya, sedangkan pengemudi 4 mobil mewah yang ada didepan saja tidak memberi apa-apa, apalagi pengemudi espass (padahal boleh jadi pengemudi 4 mobil mewah tersebut adalah supir, sedangkan pengemudi espass ini adalah pengusaha).

Lantas yang salah siapa disini jika dia tidak mendapatkan uang ? apakah Allah Ta’ala memang tidak mau memberi rezeki kepada dia atau usaha dia yang kurang ? tinggal satu mobil lagi belum dicoba tapi dia sudah berputus asa.

Kejadian tersebut menjadi pelajaran yang sangat berharga buat saya saat itu hingga sekarang ini, bahwa sebelum kita menyatakan ini sudah takdir Tuhan, maka alangkah baiknya jika kita benar-benar berusaha semaksimal mungkin yang terbaik yang bisa kita lakukan, jangan sampai ada kesempatan/peluang yang terlewatkan.

Kesimpulan

Sebagai pengusaha muslim kita dituntut ‘berusaha’ sungguh-sungguh, terus belajar dan cerdas, namun apakah mungkin rezeki bisa kita peroleh jika Allah Ta’ala murka (tidak ridho) terhadap kita ? sedangkan Ia adalah pemilik perbendaharaan alam semesta ini ? tentulah sangat naif jika kita bekerja banting tulang ingin memperoleh rezeki dibumi milikNya menggunakan tubuh yang diberikanNya namun dengan cara yang dimurkaiNya, selalu bermaksiat kepadaNya dan tidak perduli kepada hamba-hambaNya yang lemah, apakah mungkin ? ataukah sebaliknya, rezeki yang diperoleh justru melimpah tapi tidak berkah ? malah menjadi musibah ? istri selingkuh, anak durhaka, dll.

"Barangsiapa bertaqwa kepada Allah dengan melakukan apa yang diperintahkanNya dan meninggalkan apa yang dilarangNya, niscaya Allah akan memberinya jalan keluar serta rizki dari arah yg tidak disangka-sangka, yakni dari arah yang tidak pernah terlintas dalam benaknya." QS. Ath-Thalaq: 2-3 (Tafsir Ibnu Katsir)

"Sesungguhnya Allah berfirman, ‘wahai anak Adam!, beribadahlah sepenuhnya kepadaKu, niscaya Aku penuhi (hatimu yg ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak niscaya Aku penuhi tanganmu dgn kesibukan & tidak Aku penuhi kebutuhanmu". HR. Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dll.

Sumber: http://pengusahamuslim.com/baca/artikel/160/ayatayat-sukses-sebuah-pengalaman-berharga-untuk-pengusaha-muslim