Minggu, Oktober 31, 2010

Tamer Hosny and His Cool Hip-Hop Song

I got this song from my buddy, she's modern girl of Arabian-descent. This song is very "ear-catching", the first time you hear it you'll be curious to listen and listen again!

The singer's name is Tamer Hosny, he's Egyptian singer--and he's cool! Just like this song: half English and half Arabic, with sooooooo smooth voice of Hosny and very catchy music! It's a unique rap song... yeah the lyrics is just ordinary theme about the boy who lost his girl, but the 'refrain' part is very unique...since it uses Arabic language--and it isn't everyday you hear Arabic rap, right? It's different, really. Just knew that Arabic can listens well in hip hop rhyme :) You should listen!

Here are the lyrics:
(I dunno the translation of the Arabic part...still searching >.<)

Title: Ba7ebek Moot
Come back to me... yeah
mmmmmm... aah
let me tell you... haaaa

I was the luckiest man on earth
but didn't know the worth of having a great woman,
you deserve to be first
but now I'm cursed cuz I hurt you and let you stray
but then you reversed the pain and hurt me in the worst way
I know I did you wrong
but the way you made me pay
how could you be so heartless
like Kanye say
I know you're tired of excuses
but I'm to do what's right
so if you come back into my life, it's as my wife

The love I gave to you
can't give to another girl... another girl
cuz girl you're the only one... the only one
that brought joy to my world
the love I gave to you... the love I gave to you
can't give to another girl
[ Find more Lyrics on http://mp3lyrics.org/9IZB ]
cuz girl you're the only one... you're the only
that brought joy to my world

و هقولك ايه انا ولا ايه. . اكيد فاهم انا قصدي ايه
يا حبيبي مش هقدر اعيش مع غيرك نفس اللي انا عشت فيه معاك
معقول قادر تحب غيري و تقوله نفس الكلام اللي ماكنش بيتقال لحد غيري
وتعيش كمان نفس الاحساس معاه.

My girl I love you... baby girl I need you
don't leave me baby
I can't live without you
baby girl I need you
don't leave me baby
cuz I can't live without you girl

انا بحبك مووت وعارف صووت. . صوت نفسك حتى لو انا مش جنبك
انا بحبك مووت وعارف صووت. . صوت نفسك

Girl you're the only one. . you're the only
that brought joy to my world. . yeah girl

و هقولك ايه انا ولا ايه. . اكيد فاهم انا قصدي ايه
يا حبيبي مش هقدر اعيش مع غيرك نفس اللي انا عشت فيه معاك
معقول قادر تحب غيري و تقوله نفس الكلام اللي ماكنش بيتقال لحد غيري
وتعيش كمان نفس الاحساس معاه.

Hey girl I love you... baby girl I need you
don't leave me baby
I can't live without you

Kamis, Oktober 28, 2010

Merapi dan Mbah Maridjan



Pada hari Selasa, 26 Oktober 2010 waktu Maghrib, saya masih berada di Universitas Ma Chung untuk mengikuti seminar Internet Sehat. Tak dinyana, beratus kilometer jauhnya di arah barat,gunung teraktif di dunia sedang memuntahkan isi perutnya. Merapi. Saat itu pula, seorang abdi sedang bersujud kepada Tuhan pemilik gunung yang dijaganya selama puluhan tahun. Mbah Maridjan akhirnya meninggal di sisi Merapi, gugur dalam tugas menjaga gunung yang sangat dicintainya itu. Saat sedang menunaikan ibadah shalat Maghrib, "wedhus gembel", awan panas bersuhu 600 derajat Celcius menerjang dusunnya dan membakar apa saja yang dilewatinya.

Bagi Mbah Maridjan, meninggal dalam 'buaian' Merapi mungkin adalah hal yang diinginkannya. Bekerja sebagai wakil juru kunci sejak 1970, lalu menjadi juru kunci resmi Merapi pada 1982, dia adalah orang yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk menjaga Merapi. Dia paham nda hafal segala tingkah polah gunung yang meletus setiap 4 tahun sekali itu. Bahkan, sebelum letusan kali ini, dia sudah memprediksi bahwa Merapi akan 'mbledhug' pada hari Selasa petang. Bukan, dia bukan paranormal. Dia hanyalah abdi yang sangat mencintai alam hingga dapat berkomunikasi dengannya, membaca tanda-tanda alam yang sudah lekat dengan kesehariannya.

Selamat jalan Mbah Maridjan. Sampaikan pinta kami pada Tuhan untuk menghentikan bencana yang bertubi-tubi menimpa negeri ini...




(jasad Mbah maridjan dalam posisi sujud)

Kamis, September 23, 2010

On The Road to Find Out

"To some people, it may have seemed like an enormous jump, but for me, it was a gradual move to this."
"I had found the spiritual home I'd been seeking for most of my life. And if you listen to my music and lyrics, like "Peace Train" and "On The Road To Find Out", it clearly shows my yearning for direction and the spiritual path I was travelling."

Those quotes came directly from Cat Stevens a.k.a. Yusuf Islam, a British music legend, about his spiritual journey. He converted at 23 December 1977 after a long way of searching...like he said in the interviews.

For some people, finding God in His true way is essential. While without God, you can't life peacefully. You might be happy, yes, but you're not joyful. There will be an empty-hollow hole inside your heart, which you always try to fill in.

Like what I'm experiencing now, I am on the journey. Taking Steven's word, me, and maybe some other people, are on the road to find out. This journey will never stop, always continue till I pass away, till I find my Home.

Recently, in the last Ramadhan, I found a glow of light. This light has surrounded since I was born, but I was never really pay attention--I was never really open my eyes to see this light.

Rabu, September 08, 2010

‘He’ Will Be My Husband

In theory of “The Secret”, you have to imagine a real description about what you really want. Your mind has to be focused on this wanted-thing. Then, you have to WRITE it. Write your dream on a piece of paper, then some days or some years later, it will become true.

In this case, I’ll write it on a piece of webpage.

God, I hope you can bring me my ideal husband 7 years from now.
He will not be handsome, but he’s definitely charming. He has strong aura. When I look on his eyes, I’ll see peace and protection. When I look on his lips, I’ll see tender words that always comfort me. When I look on his forehead, I’ll see a servant who always bows for pray to his Creator. When I look on his arms, I’ll see courage to prosper his family. When I look on his feet, I’ll see a leader who will take his family to the right path and save them from hell. When I look on his heart, I’ll see a clean-beautiful character light his surrounding.

I want a husband who can bring a true joyfulness for me and my children, now and at the hereafter.

Although I realize that good men are only for good women, and good women are only for good men. Now that I still can’t be a good woman, I can’t get a good man. I have to build my character so that I can be a good woman who proper for a good man—my ideal husband.

Now that I have written it, I truly hope it will happen. Amin.

Kamis, Agustus 26, 2010

Renungan Ramadhan (4): Tuhan dan Rasa Aman


Manusia adalah makhluk yang penuh ketergantungan. Saat bayi kita tergantung pada orangtua, saat remaja kita tergantung pada teman-teman, saat dewasa kita mungkin tergantung pada pasangan hidup atau rekan kerja. Ada pula yang tergantung pada hartanya, kekuasaannya, atau bahkan ketenarannya.

Ibarat tali, kalau ‘tempat bergantung’ itu hilang, maka kita pun akan terburai, terjatuh tidak karuan. Kita hancur dan kehilangan pegangan. Kita seperti orang linglung, segala yang kita punya seperti tidak berarti lagi; harapan hilang, semangat hidup pun tak tersisa.
Sering kan kita menemui orang-orang seperti itu. Jadi gila karena terbelit utang, bunuh diri karena diputus kekasih; mereka semua itu adalah orang-orang yang stress karena kehilangan tempat bergantung.

Kita tentunya nggak mau mengalami nasib seperti itu. Karenanya, kita harus memiliki tempat bergantung yang kuat. Dia yang tidak akan meninggalkan kita, Dia yang selalu ada saat kita butuh, Dia yang paling tahu apa isi hati kita.

Dialah Tuhan, tempat bergantung yang paling kuat.

Dengan bergantung padaNya, tali kita tidak akan putus. Meskipun kita sendirian dan ditinggalkan, Tuhan tidak akan meninggalkan kita, selama kita terus mendekat padaNya.

“Allah adalah tempat bergantung.” (Al-Ikhlas ayat 2)

Jadi jangan pernah terlalu sedih dan cemas. Orang-orang yang beriman akan selalu mendapat rasa aman, karena mereka menggantungkan talinya pada Sesuatu yang amat kuat dan tak akan pernah lepas.

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman, mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al-An’am ayat 82)

Senin, Agustus 23, 2010

Renungan Ramadhan (3): Panduan Pergaulan dalam Pluralitas


Siraman rohani dari Pak Quraish Shihab dini hari ini benar-benar sukses “menyiram rohani” saya. Temanya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu bagaimana cara bergaul dengan teman-teman yang berbeda keyakinan dan tetap menghargai pluralitas.

Al-Quran mengakui dan menghargai pluralitas itu, seperti yang disebutkan dalam ayat berikut:
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal.” (Al-Hujuraat ayat 13)

Artinya, Allah memiliki maksud di balik penciptaan manusia yang beraneka ragam: Dia ingin agar kita saling mengenal. Saling bekerjasama; belajar dari kelebihannya dan membantu kekurangan yang lain. Perbedaan itu memang ada dan disengaja oleh Allah, karenanya tidak mungkin kita meleburkan perbedaan-perbedaan itu menjadi satu, karena nanti malah nggak ada bentuknya. Demikian pula dalam hal pluralitas agama, memang agama itu banyak, Allah memang sengaja menciptakan seperti itu—maka biarkan saja, jangan diributkan. Yang penting kita tetap menghargai ajaran agama masing-masing namun TIDAK MENYAMARATAKANNYA dan TIDAK MENCAMPURADUKKANNYA.

“Bagimu agamamu dan bagiku agamaku.” (Al-Kafiruun ayat 6)

Menghargai pluralitas itu bukan berarti menganggap semua agama sama—itu salah besar, itu namanya mencoba meleburkan semua agama menjadi satu. Perbedaan agama itu memang ada, dan nggak perlulah kita hilangkan sekat-sekatnya hanya demi TOLERANSI. Yang penting kan saling menghargai.

Seperti kata Pak Quraish, “Jangan mengorbankan aqidahmu demi pluralitas, tapi jangan pula menghancurkan pluralitas itu atas nama agama.”

Dengan siapapun, baik muslim ataupun nonmuslim, kita dianjurkan untuk berbuat kebajikan, dan dengan siapapun, baik muslim ataupun nonmuslim, kita dilarang berbuat keburukan.
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam berbuat kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (Al-Maidah ayat 2)

Pak Quraish juga menyebutkan, bahwa ada 1 ayat dalam Al-Quran (lupa suratnya apa) yang menjelaskan bahwa kita boleh menolong dan memberi makan orang nonmuslim, selama mereka tidak mencoba merusak aqidah kita. Nabi Muhammad saja, ketika butuh uang, pernah menggadaikan perhiasan kepada orang Yahudi. That’s no problem. Yang penting, jangan sampai kita menggadaikan aqidah kita hanya karena alasan “sungkan dengan pemeluk agama lain”. Justru, kalau pemeluk agama lain itu benar-benar mengerti ajaran agamanya, dia malah akan menghormati kita dan tidak mencoba menghalang-halangi kita beribadah.

Pak Quraish bilang bahwa berteman dengan orang beda agama itu nggak pa-pa, yang nggak boleh adalah berteman dengan orang yang melecehkan agamanya sendiri, agama apapun itu. Karena orang yang teguh memegang agamanya, biarpun nonmuslim, mereka itu memiliki nilai-nilai luhur yang dijunjung. Dalam hal moralitas, semua agama itu sama-sama mengajarkan kebaikan. Pasti semua menganjurkan untuk menolong sesama, tidak menipu, tidak berbohong, dll. Yang beda kan hanya dalam hal ketauhidan.

Jadi, kalau direnungkan lagi, memang benar kata Pak Hasyim Muzadi saat ceramah di kampus saya dulu: “Kalau Anda muslim, jadilah muslim yang baik. Kalau Anda Budha, jadilah Budha yang baik.” Itu saja sudah cukup untuk menjadi pedoman toleransi. Karena seorang muslim yang baik dan Budha yang baik, pasti akan otomatis menghormati satu sama lain. Orang-orang yang menghina pemeluk agama lain, merusak tempat ibadah agama lain, maka bisa dipastikan bahwa orang tersebut bukanlah orang beragama yang baik.

Minggu, Agustus 22, 2010

Renungan Ramadhan (2) : Kristen Koptik di Mesir


Kristen Koptik adalah salah satu ‘jenis’ agama Kristen yang kerap dianut orang Timur Tengah, khususnya Mesir. Sudah dua kali saya mendengar nama agama ini disebut; yang pertama saat membaca novel Ayat-Ayat Cinta (Kristen Koptik adalah agama dari Maria, gadis yang mencintai Fahri si tokoh utama), dan yang kedua saat pendeta Bambang Noorsena berceramah di kampus saya.

Namun saya baru mengetahui lebih dalam tentang agama ini sekitar 1 jam yang lalu saat membaca rubrik Ramadhan asuhan Agus Mustofa “Jelajah Sungai Nil” di Jawa Pos (22/08/2010). Agus baru saja berkunjung ke Gereja Deir Durunka di perbukitan Jabbal Asyut, Kota Asyut. Perbukitan ini dulunya adalah tempat singgah Nabi Isa dan ibundanya, Siti Maryam saat dikejar Raja Herodes dari Romawi.

Gereja itu adalah pusat peribadatan para kaum Kristen Koptik. Cara beribadah mereka ternyata mirip dengan penganut Islam. Dalam sehari mereka melakukan 7 kali shalat (as sab’u shalawat) yaitu pada pukul 06.00 (mirip Subuh), 09.00 (mirip Dhuha), 12.00 (mirip Zhuhur), 15.00 (mirip Ashar), 18.00 (mirip Maghrib), menjelang tidur (mirip Isya’), dan tengah malam (mirip Tahajjud). Selain itu mereka juga berpuasa selama 40 hari menjelang perayaan Paskah. Dan, berbeda dengan penganut Kristen lainnya, mereka merayakan Natal bukan pada 25 Desember melainkan 7 Januari.

Mereka sendiri memang membedakan diri dengan penganut Kristen lainnya karena mereka mengaku mendapatkan syiar agama lewat orang-orang suci pada zaman-zaman awal. Di gereja itu terdapat patung St. Markus.

Fakta ini jujur menyentak hati saya. Jika benar dugaan ini, maka bisa jadi kaum Kristen Koptik adalah salah satu dari sedikit penganut Nasrani yang masih tersisa. Kaum Nasrani adalah mereka yang menganut ajaran yang murni dari Nabi Isa, bukan gubahan St Paul, orang Yahudi yang menuhankan Nabi Isa, mengkristenkan Kaisar Romawi, serta melahirkan dan menyebarkan Kristen yang tidak murni seperti yang kita jumpai pada era modern ini.

Maka benarlah apa kata Al-Quran:
“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang Musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: ‘Sesungguhnya kami ini orang Nasrani’. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.” (Al-Ma’idah ayat 82)

“Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka berkaca-kaca disebabkan kebenaran (Al-Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi atas kebenaran Al-Quran dan kenabian Muhammad SAW)” (Al-Maidah ayat 83)